DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

15 APRIL 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Harga Emas Turun Dengan Naiknya Saham

Harga emas diperdagangkan turun dari level sebelumnya pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu kemarin. Metal berharga ini pada pertengahan minggu mengalami tarikan antara melemahnya indeks dollar AS yang mendukung naik harga emas dengan naiknya indeks saham AS yang mendorong turun harga emas, yang dimenangkan oleh naiknya indeks saham AS.

Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $10.90 ke $1,736.80 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.014 ke $25.44 per ons.

Pasar saham bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS juga mengarah bervariasi ke menguat pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Volatilitas di pasar saham tetap rendah yang mendukung pergerakan naik. Uang mudah dari bank sentral utama dunia, program stimulus dari pemerintah-pemerintah, dan pandangan bahwa ekonomi global akan mulai keluar dengan kuat dari cengkeraman pandemik, semuanya memberikan dorongan bagi kenaikan saham yang sampai mencetak rekor yang mengakibatkan turunnya harga emas, sekalipun dollar AS juga turun.

Hal kunci diluar pasar metal adalah sedikit turunnya indeks dollar AS. Pergerakan naik dari dollar AS telah mereda belakangan ini.

Sementara harga minyak mentah Nymex menguat dan diperdagangkan disekitar $61.50 per barel dan yields treasury AS 10 tahun turun ke sekitar 1.632%.

Review Pergerakan Emas (XAUUSD) Rabu, 14 April 2021 = 16.77 Points atau setara dengan $1,677

OIL (CLR): Harga Minyak Membumbung Naik Akibat Banyak Faktor

Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) naik untuk sesi yang ketiga berturut-turut dan berhasil menembus resistance kunci di $60.00 ke sekitar $63.00.

Hal yang membuat naik harga minyak mentah WTI pada hari Rabu kemarin adalah revisi naik dari IEA mengenai proyeksi permintaan minyak untuk tahun ini dimana sekarang diperkirakan akan naik menjadi 5.7 juta barel per hari.

Proyeksi naik dari IEA ini sejalan dengan kenaikan proyeksi oleh OPEC pada hari Selasa. Kartel minyak terbesar di dunia ini, the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak mentah global pada tahun 2021 menjadi 5.95 juta barel per hari dari sebelumnya 5.89 juta barel per hari.

Selain itu, pada hari Selasa, API melaporkan penurunan yang tak terduga dari inventori minyak mentah AS sekitar 3.6 juta barel selama minggu yang lalu, menjelang laporan inventori minyak mentah AS mingguan.

Harga minyak mentah juga mendapatkan dukungan dari kemajuan kampanye vaksin global dan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi dan permintaan minyak mentah.

Harga minyak WTI semakin naik dengan keluarnya laporan dari Energy Information Administration (EIA) yang mengatakan bahwa perubahan persediaan minyak mentah AS berkurang sebanyak – 5.9 juta barel pada minggu yang berakhir tanggal 9 April, dibandingkan dengan yang diperkirakan pengurangan sebanyak 2.9 juta barel.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.