DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

16 APRIL 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Harga Emas Naik Di Dukung Pelemahan US Dollar & Penguatan Harga Minyak.

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis kemarin, dengan emas membukukan keuntungan yang solid.

Merosotnya nilai dollar AS di pasar forex dan naiknya harga minyak mentah secara signifikan telah membuat harga emas terdorong naik.

Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $32.20 ke $1,768.60 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.176 ke $25.70 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat perdagangan sesi New York dimulai. Indeks Stoxx Eropa mencetak rekor ketinggian dalam perdagangan semalam.

Penjualan ritel AS melompat ke 9.8% pada bulan Maret setelah kejatuhan yang direvisi naik sebesar 2.7% pada bulan Februari, menurut data terbaru dari Departemen Perdagangan AS.

Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan penjualan ritel sebesar 5.9% sebagai angka umum.

Pasar emas mempertahankan keuntungannya disekitar $1,750 bahkan pada saat laporan dari Federal Reserve regional, the Philly Fed, mengatakan bahwa outlook bisnis sector manufaktur berada pada 50.2 di bulan April.

Sekalipun turun dari angka di bulan Maret sebesar 51.8, namun data ini mengatasi dari yang diperkirakan secara signifikan yang memperkirakan angka disekitar 41.

Economic Calendar For Today (High & Medium Impact)
Review Pergerakan Emas (XAUUSD) Kamis, 15 April 2021 = 35.23 Points atau setara dengan $3,523

OIL (CLR): Harga Minyak Di Tengah Kekuatiran Geopolitik & Lemahnya US Dollar.

Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) meneruskan kenaikannya ke $63.15.

Kenaikan dari harga minyak mentah WTI disebabkan karena data inventori yang positif dan juga karena melemahnya dollar AS yang memberikan dukungan bagi harga komoditas.

Bukan saja angka persediaan minyak dari Energy Information Administration (EIA) dan  American Petroleum Institute (API) yang positip yang menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah AS, dan melemahnya dollar AS, namun juga pengharapan untuk permintaan energi yang lebih banyak juga positip bagi kenaikan harga minyak mentah.

Naiknya permintaan minyak mentah dilatar belakangi oleh pemulihan ekonomi di AS dan Inggris yang didukung oleh bagusnya usaha vaksinisasi di AS dan Inggris. Data dari Departemen Transportasi AS menunjukkan bahwa orang Amerika mengendarai kendaraan saat ini lebih banyak daripada yang dilakukan pada tahun 2019 di interstate highways.

Selain itu ketegangan geopolitik menambah dorongan naik harga minyak mentah WTI. Arab Saudi dilaporkan menyergap dua misil Houti dan 4 drones dan AS mengumumkan sanksi tambahan terhadap Rusia, dan Iran siap menaikkan pengkayaan uraniumnya.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.