DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

21 APRIL 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Emas Naik Karena Kekuatiran Inflasi & Pembelian Fisik

Harga emas diperdagangkan naik pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa kemarin. Metal berharga ini berhenti sebentar setelah harga emas menyentuh ketinggian dalam 7 minggu pada hari Senin dan perak menyentuh ketinggian 3 minggu pada hari Jumat minggu lalu.

Pasar emas secara jangka pendek sedang dalam tren naik sehingga mengundang minat para pembeli baru. Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $8.30 ke $1,778.90 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.113 ke $25.945 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Indeks saham AS berhenti sebentar pada awal minggu ini setelah mencetak rekor ketinggian pada minggu lalu.

Tidak ada data ekonomi utama AS yang dirilis pada hari Selasa dan akan berlangsung sampai hari Kamis. Fokus para trader saham saat ini ada pada laporan penghasilan perusahaan kuartalan, yang diperkirakan kebanyakan bagus dengan AS telah bergerak keluar dari perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi.

Tanda-tanda inflasi yang menjadi masalah pada bulan-bulan yang akan datang sudah mulai kelihatan. Volume barang di Pelabuhan Los Angeles meningkat hampir 123% per tahun, akibat banyaknya stimulus dan cepatnya vaksinasi di AS. Jika kondisi ini tetap berlangsung, kedepannya akan bullish bagi assets keras seperti metal berharga dan real estate. Dan sebaliknya bearish bagi assets kertas seperti saham dan obligasi.

Setelah beberapa pembelian emas dalam skala besar oleh Polandia dan Hungaria, sekarang bank sentral Eropa tengah dan Timur juga ikut membeli emas sebagai langkah strategis mengikuti perubahan struktural yang cepat di ekonomi global akibat dari pandemic.

OIL (CLR): Prospek Permintaan Terancam, Harga Minyak Melemah

Harga minyak dunia melemah di tengah kebangkitan kasus virus Corona yang mengancam prospek permintaan. Saat berita ini ditulis pada hari Rabu (21/April) pagi, harga minyak Brent berada di kisaran $66.24 per barel, sedangkan minyak WTI (West Texas Intermediate) diperdagangkan pada kisaran $62.09 per barel. Pada sesi perdagangan sebelumnya, kedua harga minyak tersebut sama-sama merosot hingga lebih dari satu persen.

Peningkatan kasus virus corona di India dan Jepang sejak pekan lalu menjadi katalis negatif yang membebani pergerakan minyak. Jumlah infeksi baru di India mencapai lebih dari 250,000 dalam sehari, sementara Jepang juga menghadapi kenaikan kasus virus corona baru yang tak kalah mengkhawatirkan. Menghadapi situasi ini, pemerintah Jepang berencana untuk memperketat pemeriksaan uji virus Corona di berbagai titik masuk seperti bandara dan pelabuhan. Mengingat posisi India dan Jepang yang cukup tinggi sebagai negara konsumen minyak, peningkatan kasus Corona di kedua wilayah tersebut tentu saja membangkitkan prospek penurunan permintaan minyak global. “Ada banyak hal negatif yang terjadi terutama karena kekhawatiran terhadap prospek permintaan di tengah kenaikan kasus virus Corona di sejumlah negara konsumen. Kondisi ini menyebabkan aksi sell-off minyak,” kata John Kilduff, mitra hedge fund Again Capital.

Tidak hanya masalah kenaikan kasus virus corona di India dan Jepang, investor minyak juga sedang mencermati RUU No Oil Producing and Exporting Cartels (NOPEC) yang sedang dipertimbangkan oleh House of Representatives AS. Jika diloloskan, RUU ini akan memungkinkan Departemen Kehakiman AS untuk mengajukan tuntutan hukum anti-trust terhadap negara-negara anggota OPEC. Hal ini berpotensi meningkatkan volatilitas harga minyak dan mendorong terjadinya aksi ambil untung yang membuat harga minyak melemah. Meskipun demikian, sejarah mencatat bahwa RUU serupa telah diajukan dalam kurun waktu 20 tahun terakhir untuk menekan OPEC, tapi selalu gagal melewati persetujuan kongres.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.