DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

23 APRIL 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Momentum Bullish Emas Jangka Pendek

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu kemarin. Emas saat ini sedang menikmati tren naik jangka pendek yang terus mengundang minat beli dari para spekulator, khususnya para trader futures yang berdasarkan analisa tehnikal jangka pendek.

Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $12.90 ke $1,790.20 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.245 ke $26.085 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam, dengan saham Eropa kebanyakan naik dan saham Asia kebanyakan turun. Indeks saham AS mengarah sedikit turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Indeks saham AS sempat berhenti bergerak naik sebentar setelah mencetak rekor ketinggian pada minggu lalu.

Kenaikan infeksi virus corona di beberapa daerah di dunia sedang sedikit membebani sentimen para trader dan investor.  Fokus para trader saham pada saat ini sedang ada pada laporan penghasilan perusahaan kuartalan, yang diperkirakan kebanyakan akan bagus dengan AS saat ini sedang keluar dari perlambatan ekonomi akibat pandemik.

Hal kunci diluar pasar metal adalah menguatnya indeks dollar AS sebagai akibat koreksi dan berbaliknya sentimen di pasar menjadi “risk-off”, meskipun masih ada dalam tren turun.

Sementara minyak mentah Nymex turun karena bertambahnya keprihatinan mengenai pandemi, yang masih meningkat di sebagian region dunia, bisa mengurangi permintaan terhadap energi.

OIL (CLR): Minyak Tertekan Oleh Laporan API Yang Mengejutkan

Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) sempat mengalami tekanan jual yang berat untuk sesi ke dua berturut-turut pada hari Rabu kemarin yang membawa harga minyak mentah WTI ke bawah dari batas $61.00, sebelum akhirnya berhasil naik kembali ke atas $61.00 di sekitar $61.40.

Investor kelihatannya kuatir dengan meningkatnya kasus virus corona di India, importir minyak mentah nomor tiga terbesar di dunia, dan di Jepang akan menurunkan prospek pemintaan bahan bakar.

Kekuatiran pasar ditambah lagi dengan pada hari Rabu kemarin, muncul laporan dari  American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan penambahan persediaan minyak mentah dengan mengejutkan.

Perkembangan buruk ini mengatasi tanda – tanda positif akan pemulihan permintaan di AS, Inggris dan Eropa yang pada gilirannya membebani harga minyak.

Tekanan turun bertambah dengan adanya laporan bahwa House Judiciary Committee AS telah meloloskan undang – undang yang akan membuat OPEC kena undang-undang antitrust terhadap pemangkasan produksi.

Harga minyak akhirnya berhasil berbalik naik dengan dolar AS yang semula menguat ditengah sentimen pasar yang buruk sepanjang perdagangan sesi Asia, tiba-tiba berbalik turun desentimen pasar membaik pada saat memasuki perdagangan sesi Eropa dan berlanjut sampai ke perdagangan sesi Amerika Serikat dengan naiknya S&P 500 berjangka.

Ekonomi AS terus bertumbuh dengan kecepatan yang cepat dan angka virus turun kembali setelah sempat ada gelombang mini sebelumnya. Hal ini mengakibatkan kenaikan dari saham dan penurunan dari dollar AS. Terlepas dari potensi kenaikan saham, penurunan yields 10 tahun AS di bawah 1.60% menunjukkan kemungkinan besar dollar akan turun lagi.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.