DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

30 APRIL 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Harga Emas Turun Akibat Sentimen Pasar

Harga emas turun pada pertengahan perdagangan sesi AS, namun masih diatas dari kerendahan harian. Emas tertekan oleh naiknya lagi yields treasury AS dan sedikit rebound di dalam indeks dollar AS. Postur tehnikal jangka pendek telah menurun pada minggu ini, yang mengundang aksi jual secara tehnikal oleh para trader futures jangka pendek.  Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $2.40 ke $1,769.30 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Juli naik $0.302 ke $26.435 per ons.

Laporan data ekonomi kunci AS, GDP kuartal pertama, menunjukkan kenaikan sebesar 6.4% dibandingkan dengan yang diperkirakan kenaikan sebesar 6.5% dari kuartal keempat. Sementara itu, laporan klaim pengangguran menunjukkan klaim baru sebanyak 553.000, dibandingkan dengan yang diperkirakan sebesar 528.000 klaim baru. Pasar tidak banyak bereaksi terhadap laporan ini yang keluar sesuai dengan yang diperkirakan pasar.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Pasar bersemangat setelah pada hari Rabu pertemuan FOMC dari Federal Reserve diakhiri dengan bank sentral AS tetap mempertahankan kebijakan moneter yang sangat akomodatif dan juga Biden menyampaikan rencana program stimulus berikutnya sebanyak $1.8 triliun di depan Kongres AS.

Kepala Federal Reserve Jerome Powell mengabaikan anggapan bahwa inflasi harga sekarang sudah mulai tidak terkendali dan mengatakan bahwa inflasi yang naik sekarang hanya disebabkan oleh faktor yang bersifat transitory.

Namun, pengamat pasar komoditi bisa berbeda pandangan dengan pandangan dari the Fed bahwa inflasi yang meningkat sekarang hanyalah bersifat sementara, dengan melihat harga komoditi di dunia. Harga jagung berjangka mencetak ketinggian yang hampir delapan tahun, harga kacang kedele juga naik mendekati ketinggian delapan tahun juga, demikian juga dengan harga gandum. Sementara tembaga berjangka naik ke 10 tahun tertinggi, kopi berjangka menyentuh ketinggian empat tahun, harga kayu juga mencetak rekor tertingginya dan masih banyak lagi.

OIL (CLR): Harga Minyak Rebound Ke Area $65

Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) bergerak naik kembali mendekati $65.00, ke sekitar $64.90, ke ketinggian beberapa minggu pada hari Rabu, selama perdagangan sesi Eropa.

Minyak mentah WTI mengalami rebound yang kuat dari area $60.60 dan memperoleh daya tarik dalam sesi perdagangan yang ketiga berturut-turut pada hari Kamis. Pergerakan yang positip ini didukung oleh ekspektasi mengenai pemulihan di dalam permintaan minyak, dan didorong oleh pembagian vaksin di Eropa.

Meskipun demikian latarbelakang fundamental bisa merintangi kenaikan harga minyak selanjutnya. Kenaikan kasus Covid – 19 di India, Jepang dan Brazil bisa memaksa pemerintah untuk mengenakan restriksi lockdown yang lebih ketat yang pada gilirannya bisa memukul permintaan minyak mentah.

Keputusan OPEC+ untuk melonggarkan pemangkasan produksi secara bertahap dari sejak bulan Mei sampai dengan bulan Juli juga bisa memukul harga minyak mentah WTI.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.