DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

5 Mei 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Emas Merosot Akibat Pernyataan Hawkish Yellen

Harga emas jatuh akibat pidato bernada hawkish dari Menteri Keuangan AS Janet Yellen. Sementara itu, harga emas spot turun 1% ke $1,775.02 per ounce, setelah sempat menyentuh level tinggi $1,797.75 kemarin. Sedangkan harga emas futures di Comex New York juga turun dengan persentase yang sama, menuju level $1,774.70.  

Pasar Terkejut Yellen Utarakan Pernyataan Hawkish Secara mengejutkan, Janet Yellen mengatakan bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi AS, khususnya di tengah gelontoran stimulus pemerintah yang mencapai triliunan Dolar AS. “Mungkin suku bunga memang perlu dinaikkan sedikit untuk memastikan bahwa ekonomi tidak overheat,” kata Yellen dalam acara seminar ekonomi yang dihelat oleh The Atlantic. “Walaupun pengeluaran tambahan relatif kecil jika dibandingkan dengan ukuran perekonomian, tetapi itu dapat menyebabkan suatu kenaikan suku bunga dalam tingkat yang sangat kecil.” Kenaikan suku bunga dapat menaikkan Opportunity Cost kepemilikan logam mulia.

Oleh karena itu, begitu ada wacana dari pejabat ekonomi AS yang mengarah pada Rate Hike, maka harga emas cenderung menurun. “Dalam dua pekan, emas untuk keeempat kalinya gagal menembus $1,800 yang merupakan level puncak. Sehingga memicu aksi profit-taking, sebelum turun lagi sebanyak $20 gara-gara komentar mengejutkan dari Janet Yellen,” kata Tai Wong analis dari BMO. “Padahal Yellen dikenal sebagai sosok yang konsisten dovish selama berkiprah di The Fed.”

Penguatan Dolar AS juga menambah tekanan bagi harga emas hari ini. Indeks Dolar AS naik 0.32% dan diperdagangkan di 91.2. Level tersebut masih tergantung di kisaran level tinggi tiga hari. Secara teknikal, analis Suki Cooper dari Standard Chartered memperkirakan bahwa harga emas masih akan bergerak di rata-rata $1,775 per ounce pada kuartal kedua tahun ini. Adapun faktor-faktor pendukung emas dari penurunan harga lebih jauh antara lain permintaan emas fisik yang masih tinggi, perlambatan outflow ETP (exchange-traded products), dan sikap dovish The Fed.Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $15 ke $1,776 per troy ons.

Dengan tidak adanya ketegangan geopolitik sekarang ini dan Virus Corona kebanyakan berhasil dikendalikan di kebanyakan negara utama dunia, fokus para trader dan investor kebanyakan berada pada laporan penghasilan perusahaan kuartalan yang kebanyakan bagus dan kepada kebijakan moneter yang masih mudah dari bank sentral utama dunia. Semua itu adalah elemen bullish bagi pasar saham. Sebegitu jauh, pasar saham tidak memberikan perhatian terhadap krisis Covid di India yang terus meningkat sehingga menekan harga emas.

OIL (CLR): Minyak Lompat Ke Ketinggian Beberapa Minggu

Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 1% pada hari Senin dengan data PMI yang terbaru dari area euro dan AS membukakan bahwa aktifitas bisnis di sektor manufaktur terus berkembang dengan kecepatan yang kuat.

Dengan negara bagian yang besar – besar di Amerika Serikat terus melonggarkan restriksi sehubungan dengan virus corona dan Eropa sedang mengusahakan untuk mengijinkan “international travel”, harga minyak mentah WTI terus mengalami kenaikan karena membaiknya outlook permintaan terhadap minyak mentah. WTI pada saat ini diperdagangkan di level tertinggi sejak pertengahan bulan Maret di $65.55, naik sebanyak 1.8% secara basis harian.

Permintaan terhadap minyak mentah diperkirakan masih akan naik ke depannya pada tahun ini dengan pendistribusian vaksin membuka jalan bagi aktifitas travel and leisure. Pada saat yang bersamaan persediaan minyak mentah kemungkinan akan agak terkendala dalam jangka pendek. Sebagai akibatnya, harga minyak mentah masih bisa naik pada kuartal ketiga dari tahun ini.

Harga minyak WTI kemungkinan bisa naik ke sekitar $72 per barel pada kuartal ketiga pada tahun ini.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.