DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

21 JANUARY 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD Emas 21 Januari 2020: Naik Tajam Karena Turunnya USD

Harga emas berjangka sempat kehilangan keuntungannya namun kemudian berhasil merebut kembali dan diperdagangkan naik pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat. Indeks saham AS kembali ke rekor ketinggian mereka.

Harga emas telah “rebound” dari kerendahan pada minggu ini, dan lebih banyak lagi keuntungan pada minggu ini menunjukkan metal berharga telah melewati kerendahan jangka pendek. Emas berjangka kontrak bulan Februari naik $27.00 pada $1,867.00 per ons.

Pasar saham global bervariasi namun kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Calon Treasury Secretary AS yang baru, Janet Yellen memberikan testimoninya. Yellen mendukung paket kelegaan fiskal yang besar dan menyatakan bahwa keuntungan dari menambah belanja adalah lebih besar dibandingkan dengan biaya sehubungan dengan beban hutang yang lebih tinggi.

Komentar dari Yellen membuat pembelian saham meningkat dan menaikkan indeks saham utama AS. Sentimen “risk-on” melanda perdagangan sesi Asia, mendorong pasar saham naik mencetak rekor ketinggian baru. Sebagai akibatnya dolar AS yang anti resiko kehilangan kekuatannya  dan pada gilirannya menaikkan harga emas.

OIL (CLR) Minyak 21 Januari 2020: Harga Minyak Terangkat Harapan Stimulus AS, Pemotongan OPEC dan Penurunan Pasokan AS.

Harga Minyak naik pada hari Rabu (20/01), didukung oleh ekspektasi stimulus fiskal AS yang akan mengangkat permintaan, serta oleh pembatasan OPEC dan perkiraan penurunan persediaan minyak mentah AS.

Mantan Ketua Fed AS Janet Yellen pada hari Selasa mendesak anggota parlemen untuk “bertindak besar” dalam pengeluaran bantuan pandemi. Penurunan dolar setelah komentar tersebut  membantu minyak untuk rally, kata analis.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 56 sen, atau 1%, menjadi $ 53,54.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 50 sen, atau 0,89% menjadi $ 56,38, setelah naik 2,1% pada hari Selasa.

Rekor pemotongan produksi oleh OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, pada tahun 2020 membantu mengangkat harga dari posisi terendah bersejarah.

Bulan ini, Brent mencapai level tertinggi 11-bulan di $ 57,42, dibantu oleh Arab Saudi yang berjanji untuk melakukan pemotongan tambahan secara sukarela dan sebagian besar anggota OPEC + setuju untuk menjaga produksi stabil pada bulan Februari.

Minyak mendapat lebih banyak dukungan dari ekspektasi persediaan minyak mentah AS yang lebih rendah. Analis memperkirakan pasokan minyak mentah turun 300.000 barel. Laporan pasokan pertama dari dua minggu ini akan jatuh tempo pada hari Rabu dari American Petroleum Institute.

Keuntungan dibatasi oleh kekhawatiran tentang permintaan jangka pendek karena infeksi COVID-19 meningkat.

Analyst PT. Prima Tangguharta Futures memperkirakan harga minyak bergerak naik terdukung berbagai sentimen positif seperti harapan stimulus besar fiskal AS, pemotongan produksi OPEC dan penurunan pasokan mingguan AS.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.