DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

17 Mei 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD: Emas Menguat Pasca Pelemahan  US Dollar

Emas naik pada hari Jumat, karena penurunan dolar dari level tertinggi sepekan pasca pejabat Federal Reserve AS meremehkan kenaikan suku bunga yang akan segera terjadi meskipun ada kenaikan tajam dalam inflasi. Harga emas di pasar spot naik 0,5% pada $ 1,835.11 per ons. Emas berjangka AS naik 0,6% menjadi $1,835.30. Indeks dolar turun 0,3% terhadap para pesaingnya, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Di tempat lain, paladium naik 1,7% menjadi $2,911,55 per ons. Perak naik 0,8% menjadi $27,28 dan platinum naik 1,7% menjadi $1,226.61.

Bukti-bukti terus berdatangan bahwa ekonomi AS dan bahkan ekonomi global utama lainnya sedang akan menghadapi pertempuran yang tidak diinginkan melawan tekanan inflasi pada waktunya masing-masing yang menguntungkan harga emas secara jangka Panjang. Namun, membaiknya kondisi pasar tenaga kerja AS dengan semakin sedikitnya orang Amerika yang mengajukan klaim pengangguran membebani harga emas sehingga harga emas tidak bisa menemukan momentum bullishnya.

Untuk minggu kedua berturut-turut, pasar tenaga kerja AS mengalami klaim pengangguran yang berada di bawah angka 500.000, yang memperlihatkan level terendah yang baru selama masa pandemik. Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa klaim pengangguran mingguan AS turun sebanyak 43.000 menjadi 473.000, turun dari angka minggu sebelumnya yang direvisi naik menjadi 507.000. Ini adalah level terendah bagi klaim pengangguran sejak tanggal 14 Maret, 2020, sebesar 256.000. Sementara konsensus pasar memperkirakan klaim pengangguran akan turun ke 487.000, masih di atas dari angka actual yang keluar. Pasar juga masih memperhatikan perkembangan di Timur Tengah dengan Israel dan Hamas saling menembakkan misil satu terhadap yang lainnya yang tidak pernah terjadi lagi sejak yang terbesar yang pernah jadi pada 2014.

OIL (CLR): Minyak Rebound Setelah Turun Tajam

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) sempat turun dengan Colonial Pipeline – kanal gasoline terbesar di AS – memulai kembali operasinya setelah terjadi insiden hacking. Beroperasinya kembali Colonial Pipeline kelihatannya mengurangi ketakutan akan kekurangan supply minyak mentah WTI sehingga menggerakkan harga minyak mentah AS turun ke $63.00.

Namun turunnya dollar AS pada hari Jumat minggu lalu dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah telah membuat harga minyak mentah berjangka AS, WTI, berbalik naik.

Setelah sempat naik dan menyentuh ketinggian 6 hari di 90.90 pada hari Rabu, karena kekuatiran akan inflasi setelah munculnya angka CPI AS yang mengejutkan secara negatip, pada akhir minggu sentimen pasar berubah menjadi positif sehingga menekan indeks dollar AS turun 0.3% ke 90.45 membuat dollar AS turun dimana-mana. Penurunan dollar AS semakin meluas setelah pada hari Jumat minggu lalu, data makro ekonomi AS keluar lebih buruk daripada yang diperkirakan. Penjualan ritel tidak menunjukkan adanya pertumbuhan pada bulan April dengan angkanya turun 10.7% pada bulan lalu menjadi 0.0% sementara konsensus pasar memperkirakan pertambahan sebanyak 1.0%. Sementara angka inti penjualan ritel turun dari bulan sebelumnya sebanyak 9% menjadi – 0.8%, dengan konsensus pasar memperkirakan angka sebesar 0.5%.

Selain itu, perkiraan pendahuluan dari Michigan Consumer Sentiment Index pada bulan Mei muncul di 82.8, turun dari sebelumnya di 88.3 dengan konsensus pasar memperkirakan 90.4. Demikian juga Industrial Production naik hanya sedikit yaitu sebesar 0.7% pada bulan April. ebagai akibatnya spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan memperketat kebijakan moneternya karena meningkatnya inflasi, mereda, sehingga harga saham AS melonjak naik, sebaliknya dollar AS dan yields obligasi pemerintah AS turun yang mendorong naik harga minyak mentah WTI. Naiknya kekerasan di Timur Tengah dengan Israel dan Palestina saling menembakkan misilnya di jalur Gaza, membuat berkembangnya ketakutan akan terjadi pertempuran darat sehingga membuat kenaikan harga minyak mentah semakin bertambah menjadi sekitar $65.49.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.