DAILY OUTLOOK COMMODITIES XAU & OIL

22 JANUARY 2021
Tinjauan Fundamental

XAU/USD Emas 22 Januari 2020: Naik Ditengah Harapan Stimulus AS Yang Baru

Harga emas berjangka diperdagangkan sedikit naik pada saat perdagangan sesi Amerika Serikat. Metal berharga kuning ini mengalami rebound yang solid dari kerendahan mingguannya dan memberikan momentum kenaikan secara tehnikal.

Indeks saham AS yang mencetak rekor ketinggian baru sedikit menahan kenaikan metal safe-haven ini.

Emas berjangka kontrak bulan Februari diperdagangkan naik $1,50 pada $1,868.10 per ons.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Pasar menjadi lebih positif karena berjalannya transisi kekuasaan di Amerika Serikat dengan damai pada hari Rabu, dengan tidak ada kerusuhan sosial sebagaimana yang ditakutkan oleh kubu Biden.

Inagurasi yang hanya dihadiri oleh segelintir orang tersebut berjalan dengan lancar. Diperkirakan Biden akan dengan cepat bertindak dengan Kongres untuk mengeluarkan rencana stimulus sebesar $1,9 triliun dan pasar juga menyukainya.

Saat sekarang ini para trader dan investor mengesampingkan pandemic yang masih mengamuk di Amerika Serikat dan negara – negara lainnya.

Di Amerika Serikat korban yang mati telah melebihi 400.000 orang. Virus Corona dengan Varian yang baru juga membawa kekuatiran ditengah harapan akan vaksin.

OIL (CLR) Minyak 22 Januari 2020: Harga Minyak Turun saat Kasus Virus Corona Varian Baru di China Memicu Pembatasan

Harga minyak turun pada awal perdagangan hari Jumat (21/1), turun lebih jauh dari level tertinggi 11 bulan yang dicapai pekan lalu, di tengah kekhawatiran pembatasan pandemi baru di China akan mengekang permintaan bahan bakar di importir minyak terbesar dunia.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 47 sen, atau 0,9% menjadi $ 52,66 per barel pada 01:48 GMT, setelah tergelincir 18 sen pada Kamis.

Minyak mentah berjangka Brent turun 45 sen, atau 0,8% menjadi $ 55,65 per barel, menghapus kenaikan 2 sen pada hari Kamis.

Pulihnya permintaan bahan bakar di China mendukung kenaikan pasar akhir tahun lalu sementara Amerika Serikat dan Eropa tertinggal, tetapi sumber dukungan itu memudar karena gelombang baru kasus pandemic telah memicu pembatasan baru untuk menahan penyebaran.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.