DAILY OUTLOOK FOREX

6 Mei 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Berjuang Di 1.20 Setelah Data AS Mengecewakan

EUR/USD diperdagangkan disekitar 1.20 setelah sempat turun di bawah 1.20 sebelumnya. Angka NFP sektor swasta dari ADP mengecewakan dengan kenaikan hanya sebesar 742.000 pekerjaan dan PMI Jasa ISM meleset dari yang diperkirakan dengan angka yang keluar sebesar 62.7. Dolar AS turun dari ketinggian yang dicapai pada hari Selasa setelah Treasury Secretary AS Yellen berbicara mengenai kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga.

EUR/USD bertengger disekitar 1.2000, mendekati kerendahan mingguan di 1.1985. Dolar AS diperdagangkan bervariasi dengan investor berjuang untuk memutuskan manakah yang akan menang, apakah sentimen pasar ataukah pulihnya kembali ekonomi.

Data ekonomi AS yang dinantikan pada pertengahan minggu ini adalah laporan employment nasional dari sektor swasta untuk bulan April yang dikeluarkan oleh ADP  yang muncul dengan kenaikan ke 742.000 dari sebelumnya sebanyak 517.000 pada bulan Maret, tidak jauh dari yang diperkirakan kenaikan sampai dengan 800.000.

Selain itu, ISM mengatakan bahwa indeks non manufaktur menunjukkan angka 62.7% untuk bulan April, turun dari angka bulan Maret 63.7%. Data ini meleset dari yang diperkirakan sebesar 64.2%. Penurunan ini terjadi setelah indeks PMI Jasa mencetak rekor ketinggian pada bulan Maret. Pertumbuhan di sektor jasa melambat di bulan April, namun tingkat kecepatan ekspansi masih kuat.

Sementara itu matauang bersama tertekan oleh lemahnya data ekonomi lokal, dengan PMI Jasa final dari Markit bulan April direvisi turun di Jerman 49.9. Indeks untuk keseluruhan Uni Eropa, namun, dikonfirmasi di 50.5 dibandingkan dengan perkiraan pendahuluan di 50.3.

GBP/USD: Pounds Turun Karena Masalah Internal Di Inggris

GBP/USD diperdagangkan disekitar 1.39 dengan ketegangan politik meningkat di Inggris ditengah pemilihan umum regional dan lokal. Ketegangan Brexit yang baru menambah tekanan terhadap poundsterling.

Apakah akan ada referendum kemerdekaan bagi Skotlandia? Pertanyaan ini berada pada posisi di atas di antara polling pendapat di dalam pemilihan umum regional dan lokal di Inggris, yang memberikan tekanan turun terhadap poundsterling.

Salah satu yang menahan pergerakan dari poundsterling adalah pasar menantikan dan menunggu hasil keputusan mengenai tingkat bunga dari Bank of England pada hari “Super Thursday”. Meskipun kebanyakan telah diperhitungkan dalam harga saat ini.

Para trader masih menggali komentar dari Treasury Secretary Janet Yellen mengenai potensi kenaikan tingkat bunga jika inflasi terus meningkat, yang menyebabkan kenaikan dari dollar AS pada hari Selasa.

Data ekonomi AS yang dinantikan pada pertengahan minggu ini adalah laporan employment nasional dari sektor swasta untuk bulan April yang dikeluarkan oleh ADP  yang muncul dengan kenaikan ke 742.000 dari sebelumnya sebanyak 517.000 pada bulan Maret, tidak jauh dari yang diperkirakan kenaikan sampai dengan 800.000.

Selain itu, ISM mengatakan bahwa indeks non manufaktur menunjukkan angka 62.7% untuk bulan April, turun dari angka bulan Maret 63.7%. Data ini meleset dari yang diperkirakan sebesar 64.2%. Penurunan ini terjadi setelah indeks PMI Jasa mencetak rekor ketinggian pada bulan Maret. Pertumbuhan di sektor jasa melambat di bulan April, namun tingkat kecepatan ekspansi masih kuat.

AUD/USD: Harga Bijih Besi Yang Lebih Lemah Makin Membebani Aussie

Dalam laporan terbarunya, Goldman Sachs mengutip perkiraan melemahnya bijih besi, ekspor utama Australia, akan membebani harga AUD/USD dalam 12 bulan ke depan. “Selain harga front-end yang berpotensi lebih rendah, harga bijih besi yang lebih lemah dapat membebani AUD/USD.

Meskipun lonjakan baru-baru ini, ahli strategi komoditas kami memperkirakan bahwa harga besi akan jatuh selama 12 bulan berikutnya,” kata Goldman.

Bisa dikatakan, harga bijih besi sedang dalam perjalanan ke utara ke $200 setelah naik lebih dari 14% selama bulan lalu. Katalis utamanya adalah pemulihan ekonomi Tiongkok yang lebih cepat dan lompatan vaksinasi di Barat.

Bank AS juga menyebutkan kurva OIS dan fundamental AS yang relatif kuat akan mendukung penurunan AUD/USD ke depan. Laporan tersebut menambahkan, “Meskipun harga komoditas secara umum naik, faktor-faktor khusus Australia dapat terus menahan AUD/USD versus mata uang silang USD lainnya.

Yang terpenting, kurva OIS secara substansial melebihi harga ekspektasi kami untuk tingkat kebijakan, dan ahli strategi harga kami sekarang melihat kasus yang cukup menarik untuk memiliki front end AUD.”

USD/CHF

USD/JPY: Yen Berpotensi Pertahankan kenaikan Ke Pertengahan 109

USD/JPY mengakumulasi kenaikan ringan di awal sesi Asia hari ini. Pasangan ini dengan cepat pulih dari terendah intraday di 109.168 dan menyentuh tertinggi sesi di dekat 109.40 sehingga menandai kisaran perdagangan yang sempit untuk pasangan ini dengan tidak adanya katalis langsung. Risalah Rapat Kebijakan Moneter Bank of Japan pada tanggal 18 dan 19 Maret 2021 telah dirilis. Mereka menyatakan bahwa beberapa anggota mengatakan harus mencermati perkembangan sistem keuangan karena mengakumulasi efek samping pelonggaran pada sistem perbankan.

Anggota setuju BoJ harus merespon secara fleksibel, efektif tanpa ragu-ragu terhadap perubahan dalam perkembangan ekonomi, harga dan keuangan Anggota setuju bahwa prioritas BoJ harus menjaga seluruh kurva imbal hasil tetap rendah secara stabil sementara ekonomi tetap di bawah dampak pandemi. Salah satu anggota mengatakan harapan kerangka kebijakan saat ini akan menjadi pedoman dasar untuk kebijakan ultra-longgar untuk beberapa tahun mendatang.

Salah satu anggota mengatakan digitalisasi, yang mengiringi perubahan aktivitas perusahaan sehingga lebih sulit untuk menangkap perubahan ekonomi dengan data konvensional. Di atas 109.95/97, USD/JPY akan membuka jalan untuk kembali ke level 110.83/97 tertinggi akhir Maret dan tren-menurun potensial, tim analis Credit Suisse melaporkan. “USD/JPY mempertahankan penembusannya di atas resistance di 109,10 dan dengan pasar sebelumnya telah stabil di atas retracement 38,2% dari rally kuartal pertama di 107,77 dan dengan momentum MACD harian kembali ke wilayah bullish langsung, bias langsung kami tetap tinggi.”

“Kami mencari penguatan lebih lanjut ke tertinggi baru-baru ini di 109.71/78. kemudian yang lebih penting tertinggi korektif di 109.95/97. Di atasnya akan memperkuat bias sisi atas lebih lanjut dan membuka penguatan kembali ke 110.83/97 tertinggi akhir Maret dan tren-menurun potensial.”

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.