DAILY OUTLOOK FOREX

5 Mei 2021

TINJAUAN FUNDAMENTAL

EUR/USD: EURO Masih Bisa Tertekan Dalam Jangka Pendek

EUR/USD diperdagangkan turun ke arah 1.20 di sekitar 1.2016, dengan dollar AS mengalami kenaikan. Kepala the Fed Powell menggambarkan pemulihan yang terjadi sebagai penuh rintangan dan kekuatiran akan virus juga membebani investor.

Pada musim semi ini, Eropa mulai membuka diri kepada para travellers. Meskipun demikian, berita bagus ini yang datang dari Brusel tidak cukup untuk menolong euro pulih menghadapi kenaikan dollar AS. Kampanye vaksin di Eropa sedang meningkat kecepatannya, namun hal ini kelihatannya sudah diperhitungkan di dalam harga.

Pasar kelihatannya fokus terhadap beberapa komentar yang meyakinkan dari Jerome Powell, kepala Federal Reserve. Meskipun mengakui pemulihan ekonomi AS sedang berlangsung, Powell menggambarkan kenaikan ini sebagai penuh rintangan dan menekankan bahwa pengangguran diantara mereka yang berpenghasilan kurang masih tinggi.

Pandangan bahwa pemulihan ekonomi AS adalah tidak mulus datang dari Indeks PMI manufaktur dari ISM untuk bulan April. Setelah menyentuh ketinggian selama bertahun – tahun di bulan Maret, ukuran kedepan ini turun dari ke 64.7 ke 60.7. Perincian dari laporan menunjuk kepada isu dari rantai supply dan naiknya harga barang-barang. Pulihnya ekonomi dari pandemic bisa jadi terlalu cepat untuk ditangani dan mungkin akan melemah. Kekuatiran ini membebani sentimen pasar dan mendorong naik dollar AS yang safe – haven. Apakah hal ini akan berlangsung terus?

Secara keseluruhan, “bottleneck supply” seharusnya bisa diatasi dan juga demikian isu mengenai virus. Sementara dunia sedang mengikuti perkembangan di India dengan ketakutan, Amerika sedang bersiap meluaskan skema vaksinnya terhadap para remaja dan bisa jadi sudah memberikan kontribusi lebih banyak dosis kepada negara lain. Meskipun demikian, dalam jangka pendek, berbagai isu kemungkinan akan menyebabkan kekuatiran dan bisa mendorong naik dollar AS.

GBP/USD: Sterling Turun Setelah Penguatan Dollar Serta Keprihatinan Akan Brexit

GBP/USD diperdagangkan turun di bawah 1.39, disekitar 1.3886. Perkembangan virus yang memburuk membebani sentimen terhadap resiko. Perancis menolak perubahan provisi Inggris terhadap lisensi perikanan.

Kepala Federal Reserve, Jerome Powell menggambarkan pemulihan ekonomi AS sebagai tidak mulus sehingga memadamkan antusiasme dari para investor. Powell juga menambahkan orang-orang berpenghasilan rendah masih berjuang dengan pengangguran yang tinggi.

Naiknya perekonomian Amerika Serikat yang disebabkan oleh kampanye vaksin yang cepat dan stimulus fiskal, berhadapan dengan isu “supply”. PMI Manufaktur dari ISM tanpa terduga jatuh di bulan April, kebanyakan disebabkan oleh karena naiknya harga-harga dan penundaan pengiriman barang.

Meskipun problem ini adalah problem yang baik daripada problem kekurangan permintaan, pasar tetap menjadi lebih berhati-hati dan uang mengalir ke dollar AS yang safe-haven.

Sementara itu, Inggris dan Perancis masih bertikai mengenai perikanan, yang menyebabkan isu mengenai Brexit kembali naik. Selain itu ketegangan politik membebani sterling. Secara keseluruhan para trader yang “nervous” bisa menekan pasangan matauang GBP/USD.

AUD/USD: Aussie Kembali Bullish Setelah Tertekan Oleh Penguatan USD Dollar Pada Hari Kemarin

Pair AUDUSD pada sesi Asia Rabu (5/5/2021) bergerak bullish masuki area resisten setelah sesi sebelumnya tertekan oleh penguatan dolar AS. Kekuatan aussie mendapat tenaga dari pergerakan positif bursa saham global dan juga harga komoditas yang menguat.

Bank sentral Australia (RBA) menegaskan kembali komitmennya untuk tetap akomodatif kebijakannya hingga setidaknya tahun 2024 ketika inflasi aktual berada dalam target 2 hingga 3%.

RBA juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi 4,75% pada 2021 dan 3,5% pada 2022, dan tingkat pengangguran 4,5% pada akhir 2022, sementara inflasi dapat mencapai puncaknya pada 3% pada kuartal saat ini.

Pergerakan kuat dari pasar komoditas turut memberikan kekuatan rebound bagi aussie, selain komoditas unggulan tembaga naik kembali ke posisi rekor tertinggi 1 dekade juga di-support kenaikan harga minyak mentah.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak koreksi di pasar uang Asia setelah menguat perdagangan sebelumnya oleh kenaikan yield obligasi AS. Dolar AS terkoreksi oleh menguatnya sentimen perdagangan aset risiko.

USD/CHF

USD/JPY: Yen Menguat Akibat Tekanan Fundamental

Pair USDJPY pada sesi Asia hari Selasa (4/5/2021) rebound  ke posisi resisten  hariannya setelah terkoreksi dari rally sebelumnya.  Pair menguat oleh pergerakan kuat dolar AS  dan tekanan fundamental yen Jepang.

Pemerintah Jepang  melaporkan 1.084 pasien virus corona dengan gejala parah pada hari Senin, mencapai level tertinggi sepanjang masa untuk hari kedua berturut-turut dan terus menguat.  Selain itu  ketakutan akan ketegangan lebih lanjut pada sistem perawatan kesehatan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak koreksi di pasar uang Asia setelah menguat perdagangan sebelumnya oleh kenaikan yield obligasi AS. Dolar AS terkoreksi oleh menguatnya sentimen perdagangan aset risiko.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.