DAILY OUTLOOK HANGSENG INDEX

5 APRIL 2021
Tinjauan Fundamental

Hangseng Meroket Nyaris 2%

Bursa saham Asia kompak ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis (31/3/2021) awal April sekaligus awal kuartal kedua tahun 2021, setelah rilis data ekonomi yang menunjukkan pemulihan ekonomi pada Maret 2021. Tercatat indeks Nikkei Jepang ditutup melesat 0,72% ke level 29.388,87, Hang Seng Hong Kong meroket hingga 1,97% ke 28.938,74, Shanghai Composite China melonjak 0,71% ke 3.466,33, STI Singapura menguat 0,52% ke 3.181,68, dan KOSPI Korea Selatan melompat 0,85% ke 3.087,40

Dari data ekonomi China, IHS Markit melaporkan indeks manajer pembelian (Purchasing Manager’ Index/PMI) manufaktur versi Caixin (Markit) di angka 50,6 atau turun tipis sebesar 0,3 poin dari sebelumnya pada Februari 2021 di angka 50,9.

Padahal, dari versi yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Nasional setempat (National Bureau Statistik/NBS) mencatat PMI manufaktur China masih tumbuh dan berekspansi menjadi 51,9 pada Maret 2021, dari sebelumnya di angka 50,6 pada Februari 2021. Selain di China, rilis data PMI manufaktur juga dirilis di Jepang dan Korea Selatan pada hari ini. IHS Markit melaporkan PMI manufaktur Jepang kembali berekspansi ke angka 52,7 pada Maret 2021, dari sebelumnya pada Februari di angka 51,4.

Dari Negeri Paman Sam, kontrak berjangka (futures) bursa saham Amerika Serikat (AS) cenderung flat setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan detil rencana stimulus infrastruktur bernilai triliunan dolar. Ini merupakan stimulus kedua yang dikeluarkan pemerintahan Biden, setelah stimulus sebelumnya bernilai US$ 1,9 triliun pada 11 Maret lalu.

Data resmi tenaga kerja AS per Maret juga bakal dipantau, di mana ekonom dalam survei Dow Jones memperkirakan ada tambahan 630.000 pos kerja baru pada Maret, dan angka pengangguran anjlok menjadi 6% dari sebelumnya 6,2%. Sementara itu, angka klaim tunjangan pengangguran minggu lalu diprediksi berada di level 674.000, atau sedikit lebih baik dari angka sebulan sebelumnya.

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.