DAILY OUTLOOK TINJAUAN FUNDAMENTAL

8 JANUARI 2021

EUR/USD

EUR/USD: Tertekan karena menguatnya Dollar, Namun Bullish Belum Terlihat Berakhir

EUR/USD diperdagangkan disekitar 1.23, turun dari ketinggiannya. Dolar AS naik bersamaan dengan naiknya imbal hasil Treasury AS ditengah perkiraan akan ada stimulus yang luas dibawah pemerintahan yang dipersatukan dalam Demokrat.

Partai Demokrat mengamankan kontrol atas Senat setelah Raphael Warnock dan Jon Ossof memenangkan perlombaan di Georgia ditengah isu kecurangan yang terjadi. Hal ini memungkinkan Demokrat untuk mengeluarkan paket stimulus yang boros berikutnya, meskipun hanya dengan kemenangan tipis satu suara.

Reaksi dolar AS terhadap prospek pemerintah untuk mengeluarkan belanja yang boros bervariasi. Di satu sisi, dolar AS mengalami aksi jual, namun dengan cepat berbalik naik oleh karena aliran yang berasal dari naiknya imbal hasil obligasi.

Ekspektasi akan dikeluarkannya obligasi secara masif untuk mendanai belanja yang baru, memicu investor untuk menjual Treasury yang pada gilirannya menaikkan imbal hasil dari obligasi pemerintah AS. Naiknya imbal hasil hutang AS mendorong naiknya dolar AS, yang pada gilirannya membebani pasangan matauang EUR/USD.

Meskipun demikian setiap kenaikan dolar AS bersifat sementara, mengingat Federal Reserve siap untuk membeli lebih banyak obligasi apabila diperlukan. Risalah pertemuan the Fed yang terbaru menunjukkan bahwa mereka sudah memandang kepada penambahan stimulus moneter.

Pandemik terus mengamuk dengan kematian di rumah sakit mengalami peningkatan di Amerika Serikat. Sementara di Eropa, para politikus ditekan untuk mempercepat vaksinisasi yang selama ini berjalan dengan lambat.

GBP/USD

GBP/USD: Turun Karena Naiknya Covid – 19

GBP/USD diperdagangkan turun dibawah 1.36. Meningkatnya kasus virus corona Inggris dan lambatnya kecepatan vaksinisasi membebani Sterling. Sementara dolar AS naik didukung oleh naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS, setelah Demokrat memenangkan dua kursi di Senat dan memberikan harapan stimulus yang baru.

Kemenangan dua kandidat Demokrat Jon Ossof dan Raphael Warnock mengamankan kontrol atas Senat AS oleh Demokrat. Hal ini memungkinkan Biden untuk mendorong lebih banyak keluarnya stimulus.

Sementara saham mengalami kenaikan, dolar AS yang safe-haven tidak tumbang. Para investor menjual obligasi dengan perkiraan akan mendapatkan lebih banyak hutang dari stimulus tambahan yang baru, yang mengakibatkan kenaikan imbal hasil obligasi dan pada gilirannya menguatkan dolar AS dan membebani GBP/USD.

Namun pergerakan pasangan  matauang ini lebih banyak dipengaruhi perkembangan di Inggris. PM Johnson mengumumkan lockdown ketiga pada awal minggu yang membuat Sterling turun. Pemerintah juga berusaha mempercepat kampanye vaksin, dengan menambahkan vaksin AstraZeneca.

Johnson mengadakan konferensi pers untuk mendiskusikan pembagian vaksin. Prioritas imunisasi bisa membantu negeri ini sembuh baik secara medis maupun secara ekonomis. Jika Johnson membuat goal yang ambisius, Sterling akan bersinar – meskipun investor tahun bahwa goal ini bisa saja meleset.

Markit PMI konstruksi Inggris muncul di 54.6 sesuai dengan yang diperkirakan.

AUD/USD

Pair AUDUSD pada sesi Asia Jumat (8/1/2021) yang dibuka sama  dari penutupan sebelumnya  bergerak positif sejalan dengan penguatan perdagangan aset risiko dan juga retreat dolar AS.  Pair juga diperkuat dari pasar komoditas dengan gain lanjutan harga minyak mentah dan juga komoditas unggulan aussie seperti bihijh besi dna tembaga.

Perdagangan aset risiko bertambah kuat setelah bursa saham Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi untuk semua indeks utamanya.  Kemudian posisi imbal hasil obligasi AS juga terpantau bergerak kuat naik 3% lebih setelah sesi sebelumnya naik 9%, kini berada di posisi tertinggi 9 bulan.

Sentimen untuk aussie juga bisa didapat dari berita Pemerintah Australia telah berjanji untuk memulai vaksinasi massal pada Februari, bukan pada Maret, mengingat meningkatnya kasus virus corona di dalam negeri.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya retreat di awal pasar uang Asia  setelah sebelumnya rebound kuat. Sebelumnya mendapat kekuatan dari 2 laporan ekonomi yang dirilis optimis. Pagi ini tertekan sebagai safe haven pasca

USD/CHF

USD/JPY

Pair USDJPY pada sesi Asia Jumat (8/1/2021) yang dibuka sama dengan posisi sebelumnya di tertinggi 1 bulan, masih bergerak positif seiring menguatnya perdagangan aset risiko. Yen Jepang bergerak lemah masuki hari ketiga berturut oleh posisi indeks dolar  yang rebound kuat ke posisi tertinggi sepekan lebih.

Dari sisi laporan ekonomi, investor menunggu data Leading indicators Jepang yang diperkirakan lebih rendah dari periode sebelumnya. Data household spending yang dirilis sebelum pasar buka menunjukkan posisi yang rendah.

Perdana Menteri Yoshihide Suga telah mengumumkan keadaan darurat di daerah Tokyo pada Kamis malam karena infeksi virus corona harian Jepang mencapai rekor. Kondisi tersebut akan meminta warga untuk tinggal di rumah dan agar bisnis beroperasi pada jam yang dikurangi. Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya retreat di awal pasar uang Asia  setelah sebelumnya rebound kuat. Sebelumnya mendapat kekuatan dari 2 laporan ekonomi yang dirilis optimis. Pagi ini tertekan sebagai safe haven pasca kekuatan perdagangan aset risiko.