DAILY OUTLOOK XAU & CLR

8 JANUARI 2021

XAU/USD

Emas: Sempat Naik Karena Koreksi Normal Namun Penguatan Dollar Masih Kuat

Harga emas sempat naik pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat, sebagai reaksi dari tekanan jual yang kuat yang terjadi pada hari sebelumnya. Namun kenaikannya tipis karena pasar saham global terus meningkat dengan kuat. Emas berjangka kontrak bulan Februari naik $8.90 pada $1,917.30.

Namun Emas tergelincir pada pasar Amerika terbebani oleh dolar yang lebih kuat dan imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi, tetapi prospek lebih banyak stimulus fiskal di bawah pemerintahan yang dipimpin Demokrat di Washington menutup kerugian.

Spot emas turun 0,3% menjadi $ 1.913,87 per ounce. Emas berjangka AS ditutup naik 0,3% menjadi $ 1.913,60.

Emas tergelincir sebanyak 2,5% setelah mencapai level tertinggi sejak 9 November pada hari Rabu, karena imbal hasil Treasury AS 10-tahun melonjak di atas 1% untuk pertama kalinya sejak Maret.

Imbal hasil treasury yang lebih tinggi menarik beberapa “uang pelarian dari pasar emas,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures. Tapi sementara dolar yang lebih kuat membebani emas, sisi atas greenback kemungkinan akan “berumur pendek,” tambahnya.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik ketika perdagangan sesi New York dimulai. Pasar saham dan keuangan kelihatannya mengabaikan banyaknya pemprotes yang membanjiri Capitol Hill AS.

Kongres sempat terhenti namun segera dilanjutkan dengan mengadakan pemungutan suara yang mengkonfirmasi Biden sebagai Presiden. Tidak banyak reaksi pasar terhadap hal ini dan juga terhadap kemenangan Demokrat di Senat Georgia.

“Kemenangan ganda Demokrat di Georgia meningkatkan ekspektasi dukungan stimulus yang lebih besar dan belanja infrastruktur yang lebih tinggi,” kata Analis Standard Chartered Suki Cooper, menambahkan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi yang dihasilkan akan mendukung momentum kenaikan emas.

OIL (CLR)

Minyak 8 Januari 2021: Tidak Banyak Bergerak

Harga minyak mentah benchmark AS, WTI, sempat naik melewati $51.00 per barel pada awal sesi perdagangan, namun akhirnya berbalik turun kebawah $51.00 ke $50.65 per barel.

West Texas Intermediate memperpanjang rally melewati level $51.00 ditengah optimisme yang persisten diantara para trader setelah pengumuman dari Arab Saudi baru – baru ini bahwa negara dengan produksi minyak terbesar di dunia tersebut akan memangkas produksi domestik nya sekitar 1 juta barel per hari selama dua bulan ke depan.

Selain itu hal yang mendukung momentum naik minyak mentah adalah laporan dari Energy Information Administration (EIA) yang mengatakan bahwa persediaan minyak mentah AS turun lebih dari 8 juta barel selama minggu terakhir.

Tambahan lagi, para trader kelihatannya mendukung pandangan bahwa produksi minyak mentah bisa turun dalam pemerintahan Biden kalau Biden jadi memegang kendali pemerintahan.