WEEKLY OUTLOOK 1-5 FEBRUARI 2021

Program Stimulus AS dan Distribusi Vaksin

Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isu, di antaranya:

  • Kekhawatiran pasar atas lambatnya distribusi vaksin dengan adanya penundaan dari Pfizer/BioNTech dan AstraZeneca ditengah meningkatnya kasus virus corona.
  • Program stimulus fiskal AS senilai $1.9 triliun mengalami hambatan dari Republikan dengan Demokrat mengancam akan berjalan sendiri.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 102.6 juta orang terinfeksi di dunia dan 2.2 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia tergelincir, harga emas agak terkoreksi, dan US dollar kembali rebound.

Minggu berikutnya, isu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar.

“Pandemi virus korona, dengan dampaknya yang luas, adalah faktor pendorong di balik melemahnya permintaan konsumen sepanjang tahun 2020, yang berpuncak pada penurunan 14% dalam permintaan tahunan ,”  menurut the World Gold Council.

“Tanpa tindakan cepat, kami mengambil risiko krisis ekonomi berkelanjutan yang akan membuat lebih sulit bagi orang Amerika untuk kembali bekerja dan bangkit kembali,” kata Brian Deese, penasihat ekonomi Gedung Putih, Kamis.

Investor Emas akan mencari petunjuk tentang pergerakan paket dan langkah-langkah ekonomi lainnya untuk mengekang dampak virus corona.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pada hari Kamis bahwa pengeluaran fiskal diperlukan untuk membatasi dampak ekonomi dari pandemi.

“Karena krisis ini, diperlukan pengeluaran fiskal. Peningkatan belanja fiskal bersamaan dengan jatuhnya output telah menaikkan tingkat utang ke rekor tertinggi di banyak negara, ”kata Gita Gopinath, penasihat ekonomi, dan direktur departemen penelitian di IMF. “Fakta bahwa kami memiliki suku bunga rendah dan karena kami memiliki pertumbuhan sekarang datang kembali pada tahun 2021, itu akan membantu menstabilkan tingkat hutang di banyak negara. Tapi sangat penting bagi semua negara untuk memiliki kerangka kerja fiskal jangka menengah yang memastikan bahwa utang tetap berkelanjutan. “

FOREX MARKET

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum rebound sebagai safe haven di tengah ramainya serangan investor retail atas posisi short para hedge fund di bursa saham AS, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat ke 90.58.

Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah tipis ke 1.21327. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.23505 dan kemudian 1.24144, sementara support pada 1.20531 dan 1.18000.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat terbatas ke level 1.36891 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.37469 dan kemudian 1.37926, sedangkan support pada 1.34512 dan 1.31347.

Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 104.679.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 104.943 dan 105.355, serta support pada 103.084 serta level 101.181.

Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.76386. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.78203 dan 0.79167, sementara support level di 0.75929 dan 0.74621.

GOLD MARKET

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau fluktuatif dan melemah secara mingguan oleh penguatan mata uang dollar di tengah hiruk-pikuk di bursa saham, sehingga harga emas spot secara mingguan terkoreksi ke level $1,847.74 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1917 dan berikut $1959, serta support pada $1802 dan $1764.

Mengakhiri bulan pertama di tahun 2021 ini, pasar terpantau fluktuatif di berbagai instrumen investasi. Sebagian investor mungkin menyebutkan bahwa pasar sedang kurang jelas arahnya. Sebagian lagi memandang ini sebagai kesempatan untuk suatu active trading karena dinamika pasar yang lumayan belakangan ini. Tentunya ini semua harus didukung dengan skill dan knowledge yang updated dengan indikator pasar terkini.

ECONOMIC CALENDAR

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.