WEEKLY OUTLOOK 1-5 Maret 2021

Gejolak Pasar & Naiknya Yields Obligasi AS

Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isu, di antaranya:

  • Pasar mencermati pergolakan di pasar obligasi Pemerintah AS dengan kenaikan yields obligasi ke sekitar 1 tahun tertingginya yang memukul bursa saham dan naiknya dollar AS.
  • Stimulus fiskal AS tidak berhasil dikeluarkan minggu ini karena mendapat penolakan, bahkan dari Demokrat sendiri, namun ini tetap ditunggu pasar.
  • Kemajuan vaksinasi bersamaan turunnya kasus baru virus corona menjadi berita yang memberikan harapan pemulihan ekonomi.
  • Data tenaga kerja AS, Non-Farm Payrolls, ditunggu pasar pada akhir minggu pertama bulan Maret ini.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 113.9 juta orang terinfeksi di dunia dan 2.52 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia melemah, harga emas terkoreksi, dan US dollar bangkit kuat.

Minggu berikutnya, isu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Prima Market Review dan Weekly Outlook 1-5 Maret 2021:

FOREX MARKET

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum rebound kuat oleh lonjakan yields US Treasury yang memicu ekspektasi pasar atas pengetatan moneter AS ke depannya, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat ke 90.88.

Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah ke 1.20700. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.22430 dan kemudian 1.23505, sementara support pada 1.19525 dan 1.18000.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah tipis ke level 1.39243 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.42415 dan kemudian 1.42460, sedangkan support pada 1.36700 dan 1.35665.

Untuk Yen Jepang minggu lalu berakhir menguat ke level 106.519.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 106.690 dan 106.952, serta support pada 104.920 serta level 103.080.

Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.77055. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.80070 dan 0.81180, sementara support level di 0.75630 dan 0.74620.

Rekomendasi Mingguan EUR/USD 01 – 05 Maret 2021: Kenaikan Jangka Panjang Terhalang Naiknya Yields AS

Sentimen yang sehubungan dengan risiko dan reflasi perdagangan menguasai pasar pada minggu lalu dan kemungkinan masih akan menggerakkan matauang EUR/USD selama minggu ini. Pasangan matauang EUR/USD mencapai puncaknya pada hari Kamis di 1.2242, level tertinggi selama lebih dari satu bulan, namun pada hari Jumat berbalik turun ke 1.2071 karena kembali menguatnya dollar AS.

Secara umum, data makro ekonomi di Uni Eropa menggembirakan pada minggu lalu. IFO Business Climate Jerman membaik ke 92.4 pada bulan Februari dari sebelumnya 90.3 pada bulan Januari. GDP Jerman di kuartal ke 4, direvisi naik ke 0.3% QoQ. GFK Consumer Confidence Survey bulan Maret lebih baik daripada yang diperkirakan. Inflasi Eropa dikonfirmasi di 0.9% YoY pada bulan Januari. Sementara Economic Sentiment Indicator bulan Februari dicetak di 94.3, lebih baik daripada sebelumnya di 91.5 dan lebih daripada yang diperkirakan di 92.

Di Amerika Serikat, dollar AS terpecah antara optimisme mengenai masa yang akan datang – yang membebani dollar AS dengan naiknya secara persisten yields obligasi AS – yang mengangkat naik dollar AS. Gubernur the Fed, Jerome Powell menolak keprihatinan mengenai naiknya inflasi dengan mengatakan bahwa dia berharap akan bisa mencapai target inflasi 2% hanya dalam waktu tiga tahun.

Selain itu, Powell menekankan bahwa saat ini ada 10 juta orang Amerika yang belum mendapatkan pekerjaan dan memberikan petunjuk bahwa dia hanya akan memperketat kebijakan moneter apabila ke 10 juta orang Amerika ini telah semuanya mendapatkan pekerjaan. Secara keseluruhan the Fed berpandangan dovish dan berjanji untuk mempertahankan tingkat bunga rendah dan membeli lebih banyak obligasi dalam waktu yang lebih lama.

Namun janji Powell untuk tetap mendukung ekonomi hanya menenangkan pasar sebentar saja. Ketakutan akan inflasi segera mendorong naik yields hutang AS sampai menembus naik ke 1.61% pada hari Kamis minggu lalu, sehingga membuat saham menjadi kurang menarik. Saham-saham terbenam dan dollar AS berbalik naik. GBP/USD meneruskan penurunannya dari 1.4120 ke 1.3923.

Penjualan surat hutang AS yang mengakibatkan naiknya yields hutang AS sebagian didasarkan kepada harapan akan segera dikeluarkannya stimulus fiscal AS. Namun ternyata terhambat setelah Senat AS mendiskualifikasi kenaikan upah minimum dari rancangan undang – undang stimulus yang mau dikeluarkan. Sementara Demokrat kelihatannya akan lolos di DPR AS, Senat AS kemungkinan akan menolaknya.

Berita – berita mengenai vaksin terus memberikan semangat. FDA memberikan persetujuan kepada vaksin sekali suntik dari Johnson & Johnson. Riset dari Israel melaporkan bahwa vaksin dari Pfizer/BioNTech sukses menurunkan infeksi sebanyak 94%.

Data ekonomi AS bervariasi. Sementara klaim pengangguran turun ke 730.000, angka total order durable goods AS mengalami kenaikan yang tinggi, namun angka inti meleset dari yang diperkirakan dengan kenaikan yang lemah di 0.5%. GDP AS kuartal ke empat direvisi sedikit naik menjadi 4.1%.

Minggu ini dari Eropa, Markit akan mempublikasikan PMI bulan Februari versi final. Sementara Jerman akan merilis perkiraan pendahuluan mengenai angka inflasi bulan Februari, Factory Orders & Retail Sales bulan Januari. Angka – angka ini semua berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi Jerman. Uni Eropa akan merilis perkiraan inflasi dan Retail Sales Januari.

Di Amerika Serikat, DPR AS terus berusaha untuk meloloskan paket kelegaan yang ambisius dari Biden sebesar $1.9 triliun. Namun karena Demokrat hanya punya mayoritas yang kecil disini, ada keraguan bisa lolos. Di Senat, Demokrat dan Republikan terpecah dua. Dalam hal ini tergantung pada wakil dari West Virginia Joe Manchin III. Jika dia berkeberatan maka akan ditunda dan pasar akan goyah.

Kampanye vaksin Amerika terganggu oleh badai salju, sehingga kecepatan menjadi berkurang dari 1,7 juta orang per hari menjadi dibawah 1,5 juta orang per hari. Setelah badai berakhir, kemungkinan akan bisa meningkat lagi. Vaksinasi telah menurunkan angka kematian di rumah perawatan. Percepatan imunisasi akan membantu mengangkat sentimen pasar.

Dari kalender ekonomi, ISM PMI manufaktur untuk bulan Februari diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang terus kuat dan menjadi petunjuk terhadap NFP yang kan keluar pada hari Sabtu. Sementara PMI Jasa yang akan keluar pada hari Rabu dengan komponen employment nya juga akan diawasi sebagai ukuran dari kondisi tenaga kerja karena merupakan sektor yang paling besar di Amerika Serikat.

Laporan pekerjaan dari ADP semakin di minati karena angkanya sekarang sudah berkorelasi dengan lebih baik terhadap data employment yang resmi. Laporan ini diperkirakan akan menunjukkan bahwa sektor swasta AS menambah 125.000 pekerjaan di bulan Februari, setelah bulan yang lalu menambah 174.000 pekerjaan. Klaim pengangguran pada hari Kamis masih diminati meskipun diadakan setelah survey NFP diadakan. Angka yang tinggi menunjukkan bahwa ekonomi masih jauh dari pulih ke normal.

Sebelum NFP keluar, Gubernur Fed Powell punya satu kesempatan lagi untuk menggerakkan pasar. Jika yields AS tetap tetap tinggi dan pasar saham terganggu, dia bisa menggunakan waktu pada saat tampil untuk meyakinkan investor bahwa bank sentral AS ada untuk membeli obligasi dan kemungkinan juga menawarkan untuk mempercepat pembelian hutang AS. Akhirnya NFP akan keluar pada hari Jumat. Sementara investasi dan belanja telah meningkat, masih ada sekitar 10 juta orang yang menganggur. Untuk bisa mengejarnya, NFP harus mengatasi level sebelum pandemi, penambahan pekerjaan diantara 100.000 – 200.000 posisi. Pasar memperkirakan pertambahan sebanyak 110.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran sebesar 6.4%.

Sementara pertumbuhan adalah hal yang positif, “overheating” adalah buruk bagi pasar.

“Support” terdekat menunggu di 1.2060 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1951 dan kemudian 1.1900.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.2101 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2170 dan kemudian 1.2240.

Rekomendasi Mingguan GBP/USD 01 – 05 Maret 2021: Apakah Kenaikan Masih Akan Berlanjut?

Setelah kenaikan sebelumnya di area 1.4170, GBP/USD mengalami aksi jual dan turun sekitar 50 pips ke 1.4120. Penurunan GBP/USD berlanjut dengan menguatnya dollar AS sehingga sekarang berada di level 1.3923, jauh dibawah 1.40. Tanggal 21 Juni adalah hari dimana Inggris akan kembali kepada kehidupan normalnya jika segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana. Skema keluar yang terdiri dari empat tahap dan memakan waktu lima minggu sebenarnya terhitung lambat, namun ini diterima luas dengan dukungan dari publik, opposisi dan komunitas medis dan juga para trader matauang, sehingga menaikkan nilai poundsterling.

Latarbelakang dari rencana tersebut adalah kecepatan kampanye vakisin Inggris yang membuatnya menjadi nomor satu di dunia Barat dan terus turunnya statistik Virus Corona.

Sterling juga didukung naik oleh angka employment Inggris yang lebih baik daripada yang diperkirakan. Klaim pengangguran Inggris turun sebanyak 20.000 pada bulan Januari sementara pertumbuhan upah meningkat pada bulan Desember dan tingkat pengangguran naik menjadi 5.1%, namun masih sesuai dengan yang diperkirakan. Namun, kenaikan Sterling tidak berhasil menembus “resistance” yang kuat di 1.42, karena mendapatkan aksi jual pada level 1.4170 yang membawa GBP/USD turun ke 1.4120.

Di Amerika Serikat, dollar AS terpecah antara optimisme mengenai masa yang akan datang – yang membebani dollar AS dengan naiknya secara persisten yields obligasi AS – yang mengangkat naik dollar AS. Gubernur the Fed, Jerome Powell menolak keprihatinan mengenai naiknya inflasi dengan mengatakan bahwa dia berharap akan bisa mencapai target inflasi 2% hanya dalam waktu tiga tahun.

Selain itu, Powell menekankan bahwa saat ini ada 10 juta orang Amerika yang belum mendapatkan pekerjaan dan memberikan petunjuk bahwa dia hanya akan memperketat kebijakan moneter apabila ke 10 juta orang Amerika ini telah semuanya mendapatkan pekerjaan. Secara keseluruhan the Fed berpandangan dovish dan berjanji untuk mempertahankan tingkat bunga rendah dan membeli lebih banyak obligasi dalam waktu yang lebih lama. Namun janji Powell untuk tetap mendukung ekonomi hanya menenangkan pasar sebentar saja. Ketakutan akan inflasi segera mendorong naik yields hutang AS sampai menembus naik ke 1.61% pada hari Kamis minggu lalu, sehingga membuat saham menjadi kurang menarik. Saham-saham terbenam dan dollar AS berbalik naik. GBP/USD meneruskan penurunannya dari 1.4120 ke 1.3923.

Penjualan surat hutang AS yang mengakibatkan naiknya yields hutang AS sebagian didasarkan kepada harapan akan segera dikeluarkannya stimulus fiscal AS. Namun ternyata terhambat setelah Senat AS mendiskualifikasi kenaikan upah minimum dari rancangan undang – undang stimulus yang mau dikeluarkan. Sementara Demokrat kelihatannya akan lolos di DPR AS, Senat AS kemungkinan akan menolaknya.

Berita – berita mengenai vaksin terus memberikan semangat. FDA memberikan persetujuan kepada vaksin sekali suntik dari Johnson & Johnson. Riset dari Israel melaporkan bahwa vaksin dari Pfizer/BioNTech sukses menurunkan infeksi sebanyak 94%.

Data ekonomi AS bervariasi. Sementara klaim pengangguran turun ke 730.000, angka total order durable goods AS mengalami kenaikan yang tinggi, namun angka inti meleset dari yang diperkirakan dengan kenaikan yang lemah di 0.5%. GDP AS kuartal ke empat direvisi sedikit naik menjadi 4.1%.

Secara keseluruhan, pada minggu lalu Sterling terus bersinar sementara dollar AS semula turun namun akhirnya menutup minggu perdagangan yang lalu dengan kenaikan.

Minggu ini, pertanyaannya adalah seberapa pasti Inggris akan keluar dari restriksinya? Jawabannya sangat tergantung pada kampanye vaksin. Saat ini, Inggris telah mencapai 28% dari populasinya. Apabila kecepatan ini dapat dipertahankan, hal ini akan positip bagi GBP dan sebaliknya apabila melambat maka akan membebani GBP.

Kalender ekonomi Inggris relatif sedikit pada minggu ini. PMI final dari Markit untuk bulan Februari kemungkinan akan memberikan konfirmasi kelemahan di sektor jasa dan kekuatan di sektor manufaktur. Harga rumah juga akan menjadi perhatian dengan perumahan telah menjadi lebih aktif bulan – bulan belakangan ini. Di Amerika Serikat, DPR AS terus berusaha untuk meloloskan paket kelegaan yang ambisius dari Biden sebesar $1.9 triliun. Namun karena Demokrat hanya punya mayoritas yang kecil disini, ada keraguan bisa lolos. Di Senat, Demokrat dan Republikan terpecah dua. Dalam hal ini tergantung pada wakil dari West Virginia Joe Manchin III. Jika dia berkeberatan maka akan ditunda dan pasar akan goyah.

Kampanye vaksin Amerika terganggu oleh badai salju, sehingga kecepatan menjadi berkurang dari 1,7 juta orang per hari menjadi dibawah 1,5 juta orang per hari. Setelah badai berakhir, kemungkinan akan bisa meningkat lagi. Vaksinasi telah menurunkan angka kematian di rumah perawatan. Percepatan imunisasi akan membantu mengangkat sentimen pasar. Dari kalender ekonomi, ISM PMI manufaktur untuk bulan Februari diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang terus kuat dan menjadi petunjuk terhadap NFP yang kan keluar pada hari Sabtu. Sementara PMI Jasa yang akan keluar pada hari Rabu dengan komponen employment nya juga akan diawasi sebagai ukuran dari kondisi tenaga kerja karena merupakan sektor yang paling besar di Amerika Serikat.

Laporan pekerjaan dari ADP semakin di minati karena angkanya sekarang sudah berkorelasi dengan lebih baik terhadap data employment yang resmi. Laporan ini diperkirakan akan menunjukkan bahwa sektor swasta AS menambah 125.000 pekerjaan di bulan Februari, setelah bulan yang lalu menambah 174.000 pekerjaan.

Klaim pengangguran pada hari Kamis masih diminati meskipun diadakan setelah survey NFP diadakan. Angka yang tinggi menunjukkan bahwa ekonomi masih jauh dari pulih ke normal.

Sebelum NFP keluar, Gubernur Fed Powell punya satu kesempatan lagi untuk menggerakkan pasar. Jika yields AS tetap tetap tinggi dan pasar saham terganggu, dia bisa menggunakan waktu pada saat tampil untuk meyakinkan investor bahwa bank sentral AS ada untuk membeli obligasi dan kemungkinan juga menawarkan untuk mempercepat pembelian hutang AS. Akhirnya NFP akan keluar pada hari Jumat. Sementara investasi dan belanja telah meningkat, masih ada sekitar 10 juta orang yang menganggur. Untuk bisa mengejarnya, NFP harus mengatasi level sebelum pandemi, penambahan pekerjaan diantara 100.000 – 200.000 posisi. Pasar memperkirakan pertambahan sebanyak 110.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran sebesar 6.4%.

Sementara pertumbuhan adalah hal yang positif, “overheating” adalah buruk bagi pasar.

“Support” terdekat menunggu di 1.39 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3820 dan kemudian 1.3755. “Resistance” terdekat menunggu di 1.40 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.4140 dan kemudian 1.4240.

GOLD MARKET

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau tergerus melemah ke posisi 8 bulan terendahnya oleh penguatan dollar dan naiknya yields obligasi AS yang menekan permintaan emas, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,734.37 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1816 dan berikut $1855, serta support pada $1717 dan $1704.

Berita dari bursa aset investasi di kawasan Asia, Eropa dan Amerika kerap kali memengaruhi pasang surutnya pasar investasi. Satu saat sepertinya memberi harapan, pada kesempatan lain memutuskan ekspektasinya. Sangat tidak menentu. Kita tidak menyalahkan pasar atas hal tersebut. Pasar tidak pernah salah. Kita, sebagai investor, yang harus mengerti siapa pasar, apa perilakunya, serta bagaimana penyebabnya.

Kami, PT. PRIMA TANGGUHARTA FUTURES, melalui website kami di www.ptf.co.id dapat menjadi pendukung bagi Anda untuk memahami pasar investasi lebih baik. Bagi Anda, kami selalu hadir mendampingi. Saat ini, kami sampaikan terimakasih kepada para pembaca yang telah bersama terus dengan kami, partner sukses investasi Anda, sobat Prima Tangguharta!

Rekomendasi Mingguan Emas 01 – 05 Maret 2021: Akankah Turun Lagi ke $1,660?

Dengan selesainya bulan kedua di tahun 2021 emas memasuki bulan kedua dalam kerugian di tahun 2021. Metal berharga kuning ini bisa turun lebih lanjut dengan “support” di level yang kritikal akan ditest.

Setelah memulai tahun yang baru pada awal 2021 disekitar $1,912, emas sempat menyentuh level terendah dalam 8 bulan di $1,714 pada hari Jumat minggu lalu – turun hampir $200 sejak memulai tahun 2021, sebelum akhirnya terkoreksi naik lagi ke $1,734.

Jika harga emas tidak bisa bertahan di $1,725 atau $1,700 pada minggu ini, aksi jual kemungkinan belum berakhir. Emas berjangka bulan April sekarang diperdagangkan di $1,734.28 turun sekitar 2.61% dalam sehari.

Pemicu utama penurunan harga emas adalah naiknya yields Treasury AS 10 tahun secara persisten yang sempat menyentuh level tertinggi dalam satu tahun di 1.6% dalam perdagangan “overnight”, selain itu penurunan harga emas disebabkan juga oleh menguatnya dollar AS yang terimbas oleh kenaikan dari yields Treasury AS.

Aksi jual yang terjadi pada hari Jumat minggu lalu juga diperkuat dengan terjadinya penjualan secara tehnikal setelah emas jatuh ke bawah MA 200.

Memulai awal minggu lalu, emas masih berada pada harga $1,817 pada hari Senin dan yields Treasury AS 10 tahun masih berada di sekitar 1.20%, namun sekarang sudah berada di 1.50%.

Kenaikan yields AS ini penting untuk diperhatikan dan dibandingkan dengan kenaikan yields di negara lain. Sementara yields di Eropa dan Jepang masih nol, kenaikan yields AS yang begitu tinggi akan membuat dollar AS menjadi lebih kuat.

Pasar sekarang menjadi lebih optimistik yang disebabkan oleh harapan akan stimulus dan pendistribusian vaksin yang lebih cepat daripada yang diperkirakan. Masalahnya adalah hal ini mengakibatkan meningkatnya kekuatiran karena uang stimulus mempercepat terjadinya inflasi dan menaikkan kurva yield menjadi lebih curam.

Sampai Federal Reserve AS bisa berhasil meyakinkan pasar bahwa mereka tidak akan menaikkan tingkat bunga lebih cepat daripada yang diperkirakan dan mungkin bahkan memberikan signal bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk mengkontrol kurva imbal hasil, kekuatiran pasar akan tetap ada.

Sepanjang the Fed ambigu dengan mengatakan mereka mengijinkan inflasi menjadi panas, namun kurva yield yang tidak dikontrol meningkat dengan curam, investor emas akan memiliki kekuatiran bahwa the Fed tidak akan kepada janjinya untuk memberlakukan kebijakan yang ultra longgar. Inilah sebabnya emas bisa turun lebih jauh sebelum berbalik naik lagi.

Saham mulai terpukul setiap kali yields AS naik, dengan investor kuatir bahwa the Fed menilai inflasi terlalu rendah.

Sebagian investor saham keluar dari saham karena naiknya yields Treasury AS, sebagian lain dengan kekuatiran keluar karena ingin memegang uang tunai, sebagian lagi pindah ke cryptocurrencies sehingga minggu ini emas bisa turun sampai ke level $1,660.

Hanya jika Treasury Secretary AS Janet Yellen atau Gubernur the Fed Jerome Powell tampil dan mengatakan bahwa mereka akan menjaga agar yields turun ditengah ekspektasi naiknya  inflasi, barulah harga emas bisa naik kembali.

Pemerintah AS sekarang ingin terus menjalankan kebijakan moneter mudah, dan lebih banyak stimulus, agar pasar saham kuat. Namun, lebih banyak stimulus yang dikeluarkan, yields akan naik lebih tinggi.

Dalam jangka Panjang, ceritanya bisa berbeda dengan ekonomi AS harus berurusan dengan dislokasi yang massif akibat banyaknya bisnis yang sempat ditutup yang membutuhkan tingkat bunga yang rendah.

Pada akhirnya secara jangka panjang, harga emas akan menjadi lebih baik, terutama dengan rekor hutang dan pasar saham dilanda sentimen “risk-off”. Begitu pasar menyadari bahwa ekonomi AS tidak begitu baik, maka barulah terjadi “rebound” di emas. Pasar akan menyadarinya kemungkinan pada kuartal kedua dan waktu itulah emas akan mulai bergerak naik lagi.

Dari kalender ekonomi AS yang harus diperhatikan pada minggu ini adalah akan berbicaranya sejumlah pejabat the Fed, termasuk Powell, pada minggu ini, yang memberikan the Fed kesempatan untuk memperlambat kenaikan yields Treasury dengan paling tidak menyatakan keprihatinan yang selama ini tidak ada. Powell direncanakan akan berbicara pada hari Kamis mengenai ekonomi AS.

Dari data makro ekonomi, ISM PMI manufaktur untuk bulan Februari diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang terus kuat dan menjadi petunjuk terhadap NFP yang kan keluar pada hari Sabtu. Sementara PMI Jasa yang akan keluar pada hari Rabu dengan komponen employment nya juga akan diawasi sebagai ukuran dari kondisi tenaga kerja karena merupakan sektor yang paling besar di Amerika Serikat.

Laporan pekerjaan dari ADP semakin di minati karena angkanya sekarang sudah berkorelasi dengan lebih baik terhadap data employment yang resmi. Laporan ini diperkirakan akan menunjukkan bahwa sektor swasta AS menambah 125.000 pekerjaan di bulan Februari, setelah bulan yang lalu menambah 174.000 pekerjaan.

Klaim pengangguran pada hari Kamis masih diminati meskipun diadakan setelah survey NFP diadakan. Angka yang tinggi menunjukkan bahwa ekonomi masih jauh dari pulih ke normal.

Sebelum NFP keluar, Gubernur Fed Powell punya satu kesempatan lagi untuk menggerakkan pasar. Jika yields AS tetap tetap tinggi dan pasar saham terganggu, dia bisa menggunakan waktu pada saat tampil untuk meyakinkan investor bahwa bank sentral AS ada untuk membeli obligasi dan kemungkinan juga menawarkan untuk mempercepat pembelian hutang AS.

Akhirnya NFP akan keluar pada hari Jumat. Sementara investasi dan belanja telah meningkat, masih ada sekitar 10 juta orang yang menganggur. Untuk bisa mengejarnya, NFP harus mengatasi level sebelum pandemi, penambahan pekerjaan diantara 100.000 – 200.000 posisi. Pasar memperkirakan pertambahan sebanyak 110.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran sebesar 6.4%.

“Support” terdekat menunggu di $1,725 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,712 dan kemudian $1,687. “Resistance” terdekat menunggu di $1,741 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,753 dan kemudian $1,760.

Kemana pergerakan emas minggu ini?

Semua tergantung kemana dollar AS bergerak. Menguatnya dollar AS bisa jadi berkurang pada minggu ini sehingga harga emas bisa jadi mengalami kebangkitan dari dasarnya. Dengan saat ini emas diperdagangkan di $1,784 bisa memberikan kesempatan bagi metal berharga kuning ini untuk naik pada minggu ini. Apalagi dengan menguatnya data PPI yang menunjukkan bertambah cepatnya inflasi, maka koreksi turun harga emas saat ini menjadi kesempatan untuk membeli, bukan malah jadi panik dan segera melikuidasi posisi.

Kenaikan yang berhasil menembus “resistance” di $1,800.00 akan bisa berlanjut ke $1,825 sebelum akhirnya mengarah naik ke $1,900 per ons.

Namun jika berbalik keadaannya, dimana aksi jual semakin bertambah kencang pada minggu ini, harga emas bisa turun dan mengetes $1,750 dan kemudian $1,725. Meskipun sepertinya tidak mungkin, namun apabila yields AS dan harga saham terus naik, emas bisa turun lebih rendah lagi ke $1,700. Emas berisiko turun sebanyak $100 lagi apabila kurva yields AS terus naik dengan tajam tanpa inflasi bergerak naik. Jika tingkat bunga riil bergerak naik, akan susah untuk bisa melihat ada arus dana yang besar mengalir masuk ke emas.

Salah satu yang merintangi emas untuk naik adalah kompetisi dengan Bitcoin. Cryptocurrencies sedang diperlakukan sebagai emas digital oleh para investor.

Jika Bitcoin ditaruh dalam satu basket dengan emas, maka Bitcoin akan lebih menang dibandingkan dengan emas. Inilah yang orang sedang cari sekarang. Emas secara tradisional telah dianggap sebagai alternatif, sebagai lindung nilai terhadap inflasi apabila kita ingin keluar dari sistem. Namun sekarang Bitcoin yang dipandang sebagai alternatif.

Salah satu event kunci pada minggu ini adalah testimoni dari Gubernur the Fed Jerome Powell di depan Senat AS pada hari Selasa.

Pasar sedang menantikan konfirmasi berikutnya bahwa the Fed benar – benar akan mengabaikan naiknya inflasi dan mempertahankan tingkat bunga mendekati nol persen. Investor juga ingin melihat dalam kondisi seperti apa the Fed akan mulai melakukan kontrol atas kurva dari yields AS.  Jika the Fed mulai menaikkan tingkat bunga karena melihat inflasi mulai meningkat dengan cepat, ini merupakan momentum perubahan arah bagi emas. Namun, apabila the Fed membiarkan inflasi berlanjut, ini juga akan tetap membuat emas turun apabila yields AS tetap naik.

Fokus pasar pada minggu ini juga masih tertuju kepada paket stimulus. Powell kemungkinan akan mengulangi pernyataannya bahwa dibutuhkan lebih banyak stimulus fiscal AS. Namun, tetap menjadi pertanyaan apakah stimulus bisa keluar dalam jumlah yang diusulkan karena kita melihat resistensi bukan saja dari Republikan melainkan juga dari Demokrat sendiri.

Rekomendasi Mingguan Minyak 01 – 05 Maret 2021: Tertekan Naiknya Dolar AS

Naiknya dollar AS pada akhir bulan Februari membebani harga minyak mentah yang berdenominasi USD, pada hari perdagangan terakhir minggu lalu.

Pada hari Jumat minggu lalu, minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) tergelincir lebih dari $1,0, kembali ke bawah $62, disekitar $61.54.

Namun, penurunan ini dipandang tidak lebih dari suatu koreksi tehnikal yang normal setelah harga minyak mentah WTI sebelumnya mengalami kenaikan yang signifikan.

Bulan lalu telah menjadi bulan yang bagus buat pasar minyak mentah. WTI mengakhiri bulan lalu dengan keuntungan hampir 20%.

Kenaikan harga minyak mentah WTI pada bulan Februari yang lalu terutama disebabkan oleh optimisme mengenai outlook permintaan minyak mentah kedepannya.

Cepatnya pendistribusian vaksin, berita-berita positif lainnya mengenai vaksin, pembukaan kembali ekonomi setelah kenaikan Virus Corona di musim dingin dan meningkatnya ekspektasi untuk stimulus fiscal AS berikutnya, semua faktor tersebut menggerakkan ekspektasi akan terjadinya pemulihan ekonomi global yang cepat dan dengan sendirinya, pemulihan dalam permintaan terhadap minyak mentah.

Ke depannya pasar akan memperhatikan data – data ekonomi AS yang keluar apakah mendukung ekspektasi akan dipercepatnya pemulihan ekonomi global.

Namun mata investor juga melihat kepada OPEC+, yang akan berkonvensi untuk memutuskan apakah akan mulai menaikkan kuota produksi minyak mentah dari sejak bulan April.

“Support” terdekat menunggu di $61.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $60.50  dan kemudian $60.00. “Resistance” yang terdekat menunggu di $62.03 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $63.80 dan kemudian $64.32.

ECONOMIC CALENDAR

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.