WEEKLY OUTLOOK 15-19 FEBRUARI 2021

  • by

Ekspektasi Stimulus AS dan The FED Yang Dovish

Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isu, di antaranya:

  • Ekspektasi pasar terhadap program stimulus AS dalam jumlah besar yang tertunda karena kongres AS terpecah mengurusi hal yang tidak perlu yaitu impeachment.
  • Kampanye vaksin ditingkatkan baik di Amerika maupun di Inggris, sementara Jerman masih memperpanjang lockdown.
  • Pasar menunggu risalah pertemuan kebijakan moneter ECB dan FOMC the Fed pada hari Kamis depan, mencermati pernyataan Gubernur the Fed Powell yang bernada “dovish”.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 108.7 juta orang terinfeksi di dunia dan 2.39 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia menguat, harga emas agak menanjak, dan US dollar balik melemah.

Indeks utama Wall Street dibuka sedikit lebih rendah pada hari Jumat karena saham energi tergelincir dan investor mengamati keuntungan baru-baru ini yang didorong oleh spekulasi stimulus dan peluncuran vaksin yang dipercepat, menjelang akhir pekan yang panjang.

Dow Jones Industrial Average turun 9,9 poin, atau 0,03%, pada pembukaan menjadi 31420,8. Indeks S&P 500 turun 4,7 poin, atau 0,12%, pada pembukaan menjadi 3911,65, sedangkan Indeks Nasdaq Composite melemah 46,6 poin, atau 0,33%, menjadi 13979,213 pada bel pembukaan.

FOREX MARKET

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum melemah, sempat di 2 minggu terendahnya, oleh lemahnya data tenaga kerja AS dan the Fed yang akan terus pertahankan suku bunga rendah, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah ke 90.48.

Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.21120. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.21900 dan kemudian 1.23500, sementara support pada 1.19525 dan 1.18000.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.38457 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.38665 dan kemudian 1.40319, sedangkan support pada 1.35664 dan 1.34517.

Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 104.923.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 105.775 dan 106.115, serta support pada 104.411 serta level 103.085.

Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.77600. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.78206 dan 0.79167, sementara support level di 0.75921 dan 0.74628.

GOLD MARKET

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau fluktuatif dan menguat secara mingguan oleh pelemahan mata uang dollar walau terkoreksi di akhir pekan, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat tipis ke level $1,824.40 per troy ons.

Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1875 dan berikut $1917, serta support pada $1785 dan $1764.

Rekomendasi Emas 15 – 19 Februari 2021: Apakah Berpotensi Turun Ke Bawah $1,800?

Emas gagal menembus ke atas level $1,850 per ons pada minggu lalu dan apabila berbalik menembus $1,800 akan bisa membuka pintu terhadap lebih banyak aksi jual. Memulai tahun 2021, emas sebegitu jauh tidak menunjukkan prestasi yang bagus. Pasar mengalami kesukaran apabila sudah di atas $1,850 – $1,860. Hal ini menjadi lebih nyata apabila dibandingkan dengan prestasi dari crypto.

Naiknya yield Treasuries AS dan menguatnya dollar AS telah membebani harga emas. Kecuali ada katalisator yang signifikan yang bisa membalikkan tren ini, emas akan bisa terus tertekan. Tingkat bunga obligasi AS 10 tahun telah naik hampir mencapai 1.2%. Naiknya yield ini memicu pembelian dollar AS yang menekan harga emas. Selain itu, dalam jangka pendek, orang memarkir uangnya di simpanan tunai.

Emas berjangka Comex kontrak bulan April saat ini diperdagangkan di $1,824.50, turun 0.13% dalam sehari. Pasar emas juga masih menunggu Demokrat untuk meluncurkan program stimulus. Penundaan lebih lanjut akan membebani harga emas.

Pasar metal telah mengantisipasikan akan adanya stimulus. Namun, sekarang menjadi tanda tanya. Ada spekulasi bahwa beberapa Demokrat tidak mau memberikan suaranya untuk dikeluarkannya undang – undang karena kenaikan upah minimum. Dengan menurunnya antisipasi mengenai stimulus, para pembeli yang sudah sempat membeli emas pada saat harga di bawan akan melakukan aksi ambil untung di metal.

Apabila emas tidak berhasil mempertahankan level $1,800 pada minggu ini, ada resiko investor akan melikuidasi posisi beli mereka yang bisa mendorong harga emas turun ke teritori $1,705-10, penurunan sekitar 10% dalam tahun ini. Secara jangka Panjang penurunan ke level $1,705 ini akan dibeli orang, namun siapa tahu apakah pasar tidak akan turun lagi 5% dari level $1,705 ini. Hal ini bisa saja terjadi. Di pasar ETF arus keluar telah berlangsung.

Kelihatannya emas bisa mengetes kembali kerendahan $1,780-85 pada minggu ini. Emas harus bisa bertahan di level $1,780, kalau tidak maka akan terjadi penurunan besar – besaran. Rentang harga emas pada minggu ini akan berkisar antara $1,780 sampai $1,850 dengan “support” awal berada di $1,800. Namun secara jangka panjang tekanan inflasi akan bisa membawa naik harga emas. Secara jangka Panjang, assets fisik yang dapat dipegang lebih disukai. Dalam keadaan ini, membeli pada saat harga emas sedang berada di bawah $1,800 adalah hal yang baik. Apabila stimulus yang dinantikan keluar dalam jumlah yang besar, hal ini akan memicu inflasi untuk mulai bergerak naik.

Selain itu ada kekosongan di pasar fisik dengan perusahaan emas AS berhenti mencetak koin emas dengan design “buffalo”. Dari kalender ekonomi, pasar menantikan keluarnya risalah pertemuan kebijakan moneter dari ECB maupun dari Federal Reserve AS yang akan dirilis pada hari Rabu dan Kamis minggu ini.

Rekomendasi Minyak 15 – 19 Februari 2021: Naik Ke Ketinggian Selama 13 Bulan

Minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediary (WTI), berada pada posisi dibawah selama beberapa jam dalam perdagangan hari Jumat minggu lalu, setelah sempat jatuh sebelumnya pada hari Kamis, dengan pergerakan harga minyak mentah WTI dibebani oleh pandangan yang agak lebih pesimis daripada proyeksi permintaan yang diperkirakan di dalam laporan bulanan pasar minyak OPEC dan laporan persediaan minyak AS dari International Energy Agency (IEA).

OPEC dalam laporan bulanan yang terbarunya merevisi turun perkiraan permintaan minyak mentah global pada tahun 2021 dari sebelumnya 5.90 juta barel per hari, menjadi 5.79 juta barel per hari.

Dalam laporannya EIA memperingatkan harga minyak mentah bisa turun kembali ke $50 pada akhir tahun ini dengan para produsen dari Non OPEC kemungkinan akan menaikkan produksinya.

Namun pembeli yang membeli dari bawah – bargain hunter – masuk dan mengangkat naik menghapus semua kerugian yang terjadi pada hari Jumat, dilatar belakangi oleh terus menguatnya fundamental dan melemahnya dollar AS.

Dalam perdagangan terakhir hari Jumat minggu lalu, WTI berhasil naik diatas $59.00 ke $59.60, level yang baru pertama kalinya tercapai selama 13 bulan, kenaikan yang kuat dari kerendahan pada perdagangan sesi Eropa di bawah batas $57.50.

Tidak ada berita fundamental yang spesifik dibelakang kenaikan harga minyak mentah WTI pada hari Jumat minggu lalu, namun sentimen pasar secara umum tetap sangat bersemangat dengan terus didengungkannya berita mengenai stimulus fiscal AS yang baru yang akan segera dikeluarkan sebelum bulan Februari berakhir.

Ditambah lagi dengan dukungan dari bank sentral AS the Fed dimana pernyataan dari Gubernur the Fed Jerome Powell bernada “dovish”.

Selanjutnya data dari Israel yang menunjukkan bahwa dari setengah juta orang yang telah divaksin, tidak ada satupun yang terkena Virus Corona, suatu statistic yang mengagumkan yang benar – benar mendorong naik harapan bahwa dunia akan bisa dengan pasti mengalahkan pandemik Virus Corona.

ECONOMIC CALENDAR

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.