WEEKLY OUTLOOK 15-19 Maret 2021

Fluktuasi Yields AS & Persetujuan Stimulus Fiskal

Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isu, di antaranya:

  • Fluktuatifnya yields obligasi (Treasury) AS yang mereda dan di akhir pekan naik lagi, yang menekan dan kemudian mengangkat US dollar.
  • Disetujuinya stimulus fiskal AS senilai $1.9 triliun, termasuk di dalamnya cek langsung sebesar US$1,400 per warga, yang membangkitkan harapan pemulihan ekonomi.
  • Risalah Pertemuan Kebijakan Moneter dari Federal Reserve AS (FOMC) dan dari Inggris yang akan dirilis Kamis mendatang akan dicermati pasar.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 119.6 juta orang terinfeksi di dunia dan 2.65 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia bias menguat, harga emas terpantau rebound, dan US dollar terkoreksi dan lalu berupaya bangkit.

Minggu berikutnya, isu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Prima Market Review and Outlook 15-19 March 2021.

FOREX MARKET

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum dalam koreksi dari 3,5 bulan lebih tertingginya, walau terakhirnya rebound oleh naiknya kembali yields obligasi Pemerintah AS dengan prospek pemulihan ekonomi AS, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir terkoreksi ke 91.88.

Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.1950. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.21135 dan kemudian 1.22430, sementara support pada 1.18350 dan 1.18000.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.39116 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.41829 dan kemudian 1.42413, sedangkan support pada 1.37788 dan 1.36705.

Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 109.022.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 109.235 dan 109.690, serta support pada 106.655 serta level 104.920.

Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.77540. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.78385 dan 0.80077, sementara support level di 0.75639 dan 0.74622.

Rekomendasi Mingguan EUR/USD 15 – 19 Maret 2021: Berpeluang Turun Kembali

Minggu lalu berakhir seperti pada waktu memulainya, dengan naik membumbungnya yields obligasi pemerintah yang diikuti dengan kenaikan dollar AS. Yield dari Treasury benchmark 10 tahun AS naik ke puncaknya di 1.62% pada awal minggu lalu, kemudian turun ke level terendah di 1.47% pada pertengahan minggu.

Namun menuju penutupan perdagangan hari Jumat, yields AS meneruskan kenaikannya dan sekarang diperdagangkan disekitar 1.62%.

Pasangan matauang EUR/USD diperdagangkan mencapai puncaknya di 1.1989 pada hari Kamis, setelah pengumuman kebijakan moneter dari ECB, namun kemudian turun kembali ke 1.1953 karena menguatnya USD akibat naiknya yields AS.

ECB tetap mempertahankan tingkat bunga dan QE tidak berubah sebagaimana yang telah diantisipasi secara luas. Presiden Christine Lagarde mengatakan bahwa bank sentral sedang memperhatikan nilai tukar matauang dan siap merekaliberasi alat pengaturan keuangannya. ECB siap untuk membeli obligasi dengan kecepatan yang lebih tinggi secara signifikan.

Optimisme di Eropa sebagian tertutupi oleh berita – berita yang menunjukkan bahwa beberapa negara Uni Eropa menghentikan vaksinasi dengan suntikan AstraZeneca setelah terjadi beberapa penggumpalan darah. Sementara itu, distribusi vaksin di Eropa tetap lambat dan diperkirakan akan terjadi banyak penundaan, dimana semuanya akan melemahkan kembalinya ekonomi region Uni Eropa.

Di Eropa, Industrial Production Jerman terkontraksi sebanyak 3.9% YoY pada bulan Januari, Inflasi bulan Februari berada di 1.6% YoY masih rendah. Di area Euro, GDP kuartal ke 4 direvisi turun menjadi – 0.7% QoQ.

Amerika Serikat mengadakan tiga lelang obligasi dan semuanya berlangsung dengan lebih tenang dibandingkan dengan yang ditakutkan pasar sebelumnya. Pada awalnya permintaan yang kuat terhadap surat hutang AS telah membantu menurunkan yields dan membebani dollar AS namun hanya sebentar. Selanjutnya, ekspektasi mengenai pertumbuhan ekonomi yang kuat di AS membuatnya tidak tahan lama.

Paket stimulus kelegaan coronavirus senilai $1.9 triliun berhasil diloloskan dengan mendapatkan persetujuan dari Senat yang menguatkan narasi dari “reflation – trade” yang mendukung naiknya yields terhadap hutang dan lebih kuatnya greenback.

Statistik vaksinasi, ditargetkan setiap orang diatas usia 16 akan berhak mendapatkan vaksin sejak tanggal 1 Mei, lebih cepat dari yang direncanakan sebelumnya. Gabungan dari cepatnya pembukaan kembali ekonomi dan dana yang baru membuat dollar AS terus dibeli orang.

Data makro ekonomi, yang keluar pada minggu lalu, bervariasi, dengan klaim pengangguran muncul mengejutkan dimana turun jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan ke 712.000, sementara inflasi tetap tenang sampai sekarang ini, terkontraksi dari 1.4% ke 1.3%.

Minggu ini, Jerman akan merilis survey ZEW bulan Maret dengan sentimen ekonomi diperkirakan terkontraksi.

Di Amerika Serikat, sementara paket kelegaan coronavirus masih memerlukan waktu untuk bisa berdampak terhadap ekonomi, Gedung Putih sudah mulai menyiapkan kebijakan berikutnya. Bagi pasar, rancangan undang – undang yang paling menggoda adalah rencana belanja infrastruktur secara massif senilai $2.5 triliun menurut perkiraan awal. Ini melampaui dua stimulus sebelumnya.

Jika para politisi mulai membuat perencanaannya, pasar bisa bergerak. Belanja tambahan ini akan bisa mendorong naik yields dan dollar AS sementara apabila fokus kepada prioritas non-fiskal yang lainnya, seperti hak voting akan bisa membuat obligasi menarik nafas.

Salah satu yang dikejar adalah percepatan distribusi vaksin. Para investor ingin melihat negara bagian lainnya bergabung dengan Alaska memberikan vaksin kepada semua orang dewasa. Dengan kecepatan yang ada sekarang, diperkirakan setengah dari populasi akan berhasil dicapai pada akhir bulan Mei. Percepatan atau perlambatan yang terjadi akan menggerakkan pasar.

Event utama di dalam kalender ekonomi adalah pertemuan Federal Reserve. Sebelumnya Jerome Powell hanya mengatakan bahwa kenaikan yields AS menarik perhatiannya, namun tetap pada kebijakannya sekarang pembelian obligasi senilai $120 miliar setiap bulannya. Apakah bank sentral AS ini akan mengubah kebijakannya?

Dukungan tambahan akan bisa menurunkan yields AS jangka Panjang namun akan bisa menaikkan ketakutan akan inflasi. Sebaliknya mengabaikan keprihatinan akan inflasi bisa menyebabkan kegoncangan di pasar.

Powell dan koleganya kemungkinan akan melakukan beberapa hal. Pertama, menenangkan pasar dengan menunjukkan bahwa tingkat bunga tidak akan dinaikkan sampai 2023, yang akan membuat saham mendapatkan kelegaan. Kedua, sedikit menaikkan estimasi mengenai inflasi, yang berarti mengakui ketakutan pasar tanpa mengakibatkan kepanikan pasar. Ketiga, the Fed menekankan bahwa 9.5 juta orang Amerika masih harus mendapatkan kembali pekerjaannya yang hilang di masa pandemik.

Dari kalender ekonomi, data makro ekonomi lainnya yang akan keluar adalah angka Retail Sales AS. Setelah lompatan yang besar ke 5.3% pada bulan Januari, angka untuk bulan Februari kemungkinan akan turun ke 0%. Meskipun demikian, dukungan dari paket stimulus sebelumnya  bisa memberikan dampak yang positip dan mendorong naik dollar AS. Angka klaim pengangguran mingguan juga menarik perhatian, dimana kemungkinan terjadi penurunan yang bertahap.

Rekomendasi Mingguan GBP/USD 15 – 19 Maret 2021: Masih Berpeluang naik Lagi?

GBP/USD yang semula diperdagangkan di 1.39800 pada perdagangan sesi Asia, mengalami penurunan ke 1.39200 akibat naiknya dollar AS, sekalipun GDP Inggris keluar lebih baik daripada yang diperkirakan.

Obligasi AS, khususnya benchmark global 10 tahun, telah menjadi penentu arah pasar yang dominan, yang mengatasi stimulus, pembukaan kembali ekonomi Inggris dan event-event lainnya. Fokus pasar masih tetap ada pada yields AS khususnya apa yang akan dilakukan oleh Fed menghadapinya.

Amerika Serikat mengadakan tiga lelang obligasi dan semuanya berlangsung dengan lebih tenang dibandingkan dengan yang ditakutkan pasar sebelumnya. Pada awalnya permintaan yang kuat terhadap surat hutang AS telah membantu menurunkan yields dan membebani dollar AS namun hanya sebentar. Selanjutnya, ekspektasi mengenai pertumbuhan ekonomi yang kuat di AS membuatnya tidak tahan lama.

Paket stimulus kelegaan coronavirus senilai $1.9 triliun berhasil diloloskan dengan mendapatkan persetujuan dari Senat yang menguatkan narasi dari “reflation – trade” yang mendukung naiknya yields terhadap hutang dan lebih kuatnya greenback.

Statistik vaksinasi, ditargetkan setiap orang diatas usia 16 akan berhak mendapatkan vaksin sejak tanggal 1 Mei, lebih cepat dari yang direncanakan sebelumnya. Gabungan dari cepatnya pembukaan kembali ekonomi dan dana yang baru membuat dollar AS terus dibeli orang.

Data makro ekonomi, yang keluar pada minggu lalu, bervariasi, dengan klaim pengangguran muncul mengejutkan dimana turun jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan ke 712.000, sementara inflasi tetap tenang sampai sekarang ini, terkontraksi dari 1.4% ke 1.3%.

Inggris mengambil langkah pertamanya dalam kembali ke normal, dengan mengijinkan lebih banyak aktifitas dan berjalan dengan mulus.

London dan Brusel bertikai mengenai produksi dan distribusi vaksin meskipun tidak sampai mempengaruhi pergerakan sterling.

Ekonomi Inggris menciut sebanyak 2.9% pada bulan Januari, dimana seluruh bangsa Inggris memasuki lockdown yang strict. Angka ini lebih baik daripada yang diperkirakan.

Minggu ini BoE akan mengumumkan keputusan mengenai tingkat bunganya pada hari Kamis. Gubernur BoE Andrew Bailey baru – baru ini mengulangi bahwa tingkat bunga yang negatip tidak ada dalam pemikiran dan pekerjaan – pekerjaan teknis sehubungan dengan itu jangan diartikan sebagai tanda akan diimplementasikan segera.

Bagaimana pemikiran BoE tentang naiknya yields obligasi? Dengan Federal Reserve akan lebih dahulu mengumumkan keputusan dan proyeksinya, Bailey dan koleganya kemungkinan memilih untuk menahan diri untuk berkomentar mengenai yields obligasi.

Pernyataan – pernyataan BoE mengenai kondisi ekonomi Inggris saat ini, dampak dari vaksin dan pembukaan kembali ekonomi akan menarik perhatian. Pandangan yang positip akan mendorong naik poundsterling sementara pandangan yang berhati-hati dan fokus kepada ketidakpastian akan mendorong poundsterling turun.

Setelah berhasil mencapai sepertiga dari populasi dalam vaksinasi, fokus kemungkinan akan pindah kepada suntikan yang kedua.

Di Amerika Serikat, sementara paket kelegaan coronavirus masih memerlukan waktu untuk bisa berdampak terhadap ekonomi, Gedung Putih sudah mulai menyiapkan kebijakan berikutnya.

Bagi pasar, rancangan undang – undang yang paling menggoda adalah rencana belanja infrastruktur secara massif senilai $2.5 triliun menurut perkiraan awal. Ini melampaui dua stimulus sebelumnya.

Jika para politisi mulai membuat perencanaannya, pasar bisa bergerak. Belanja tambahan ini akan bisa mendorong naik yields dan dollar AS sementara apabila fokus kepada prioritas non-fiskal yang lainnya, seperti hak voting akan bisa membuat obligasi menarik nafas.

Salah satu yang dikejar adalah percepatan distribusi vaksin. Para investor ingin melihat negara bagian lainnya bergabung dengan Alaska memberikan vaksin kepada semua orang dewasa.

Dengan kecepatan yang ada sekarang, diperkirakan setengah dari populasi akan berhasil dicapai pada akhir bulan Mei. Percepatan atau perlambatan yang terjadi akan menggerakkan pasar.

Event utama di dalam kalender ekonomi adalah pertemuan Federal Reserve. Sebelumnya Jerome Powell hanya mengatakan bahwa kenaikan yields AS menarik perhatiannya, namun tetap pada kebijakannya sekarang pembelian obligasi senilai $120 miliar setiap bulannya. Apakah bank sentral AS ini akan mengubah kebijakannya?

Dukungan tambahan akan bisa menurunkan yields AS jangka Panjang namun akan bisa menaikkan ketakutan akan inflasi. Sebaliknya mengabaikan keprihatinan akan inflasi bisa menyebabkan kegoncangan di pasar.

Powell dan koleganya kemungkinan akan melakukan beberapa hal. Pertama, menenangkan pasar dengan menunjukkan bahwa tingkat bunga tidak akan dinaikkan sampai 2023, yang akan membuat saham mendapatkan kelegaan. Kedua, sedikit menaikkan estimasi mengenai inflasi, yang berarti mengakui ketakutan pasar tanpa mengakibatkan kepanikan pasar. Ketiga, the Fed menekankan bahwa 9.5 juta orang Amerika masih harus mendapatkan kembali pekerjaannya yang hilang di masa pandemik.

Dari kalender ekonomi, data makro ekonomi lainnya yang akan keluar adalah angka Retail Sales AS. Setelah lompatan yang besar ke 5.3% pada bulan Januari, angka untuk bulan Februari kemungkinan akan turun ke 0%.

Meskipun demikian, dukungan dari paket stimulus sebelumnya  bisa memberikan dampak yang positip dan mendorong naik dollar AS.

Angka klaim pengangguran mingguan juga menarik perhatian, dimana kemungkinan terjadi penurunan yang bertahap.

GOLD MARKET

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau bangkit dari 9 bulan terendahnya oleh pelemahan dollar dan terkoreksinya yields obligasi AS, sehingga harga emas spot secara mingguan rebound ke level $1,725.97 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1776 dan berikut $1816, serta support pada $1676 dan $1670.

Bagaimana hasil trading investasi Anda? Ada yang bagus, dan ada yang buruk, mungkin. Memang tidak mudah bermain di pasar investasi ini. Faktanya, sejujurnya, jauh lebih banyak kelompok orang yang mengalami loss ketimbang profit secara konsisten. Mereka yang menang umumnya adalah para professional trader dan investor yang menekuni dan mempelajari pasar dan metodologi untuk mememenangkannya begitu rupa. Bagaimanapun, tidak ada short cut untuk menjadi high gainers.

Kami, PT. PRIMA TANGGUHARTA FUTURES, melalui website kami di www.ptf.co.id dapat menjadi pendukung bagi Anda untuk memahami pasar investasi lebih baik. Bagi Anda, kami selalu hadir mendampingi. Saat ini, kami sampaikan terimakasih kepada para pembaca yang telah bersama terus dengan kami, partner sukses investasi Anda, sobat Prima Tangguharta!

Rekomendasi Mingguan Emas 15 – 19 Maret 2021: Tersandera Pasar Treasury Amerika

Apakah emas telah menyentuh dasarnya pada level terendah dalam 10 bulan minggu yang lalu? Para analis sedang menunggu apakah metal berharga kuning ini bisa bertahan di level $1,700 per troy ons dan membebaskan diri ikatan pasar Treasury.

Setelah sempat turun ke $1,675 pada hari Senin minggu yang lalu, emas berjangka kontrak bulan April berhasil naik kembali ke atas $1,730.

Pada hari Jumat minggu lalu, emas sempat mengalami penurunan namun berhasil bertahan di level $1,700 per ons ditengah naiknya yields Treasury AS. Pasar obligasi mengalami aksi jual setelah undang – undang stimulus senilai $1.9 triliun berhasil ditandatangani pada hari Kamis. Pada saat ini, emas berjangka Comex kontrak bulan April diperdagangkan disekitar $1,727.51.

Yields obligasi AS 10 tahun sedang mengalami kenaikan dan kurvanya naik tajam. Hal ini bisa berlanjut apabila data ekonomi yang keluar membaik dan adanya pembicaraan mengenai inflasi. Meningkatnya minat terhadap resiko membawa kepada naiknya yields AS. Dan hal ini bukanlah sesuatu yang baik bagi emas. Metal berharga tersandera oleh pasar Treasury AS.

Yields Treasury AS 10 tahun naik diatas 1.60% dalam perdagangan semalam. Harga emas di level $1,675 bisa jadi level terendah bagi emas saat ini namun semua tergantung kepada pergerakan dari yields AS apakah akan terus naik.

Paket stimulus AS senilai $1.9 triliun juga bersifat inflationary. Pasar mengharapkan para konsumen mulai keluar dan membelanjakan uangnya. Apalagi jika setiap orang sudah divaksinasi di Amerika Serikat, kurva yields AS akan berespon dan emas akan mengalami saat yang sulit. Belum lagi pasar sudah mulai memperhitungkan dalam harga langkah – langkah stimulus berikutnya termasuk belanja infrastruktur.

Korelasi sekarang ini antara yields AS dan emas adalah pada saat yields AS naik, emas turun. Namun hal ini bisa berubah kedepannya, dan sekali berubah, emas bisa naik lebih tinggi.

Pada akhirnya, korelasi sekarang ini akan berubah. Federal Reserve AS mengakui mereka melihat inflasi dan mungkin harus menaikkan tingkat bunga lebih cepat daripada yang dipikirkan dan hal ini akan merubah korelasi saat ini.

Atau bahkan hanya dengan mengakui bahwa naiknya yields AS membuat prihatin, hal ini akan bisa menjadi factor bullish bagi emas.

The Fed selama ini mengabaikan isu yields AS. Karenanya semua mata akan tertuju kepada Gubernur the Fed Jerome Powell pada minggu ini yang akan mengadakan acara konferensi pers setelah pengumuman tingkat bunga pada hari Rabu.

ECB pada hari Kamis minggu lalu, mengatakan bahwa mereka prihatin dengan inflasi dan pencetakan uang.

ECB akan menggunakan Pandemic Emergency Purchase Programme (PEPP) untuk menghentikan setiap kenaikan biaya hutang yang tidak beralasan.

Presiden ECB, Christine Lagarde mengatakan,”naiknya yields akan bisa berubah bentuk menjadi pengetatan belanja di seluruh sector ekonomi secara premature. Sementara, ECB ingin memelihara kondisi keuangan yang baik dengan inflasi hanya mengintip disepanjang jalan.

Jika saja the Fed memiliki pandangan yang sama seperti ini, hal ini akan menjadi factor bullish bagie mas.

Kenyataan bahwa yields AS terus naik pada saat ini menunjukkan bahwa the Fed kehilangan kontrol.

Selain itu pasar akan memperhatikan proyeksi kuartalan dari the Fed yang diperkirakan akan merevisi naik GDP AS 2021.

Dari kalender ekonomi, data makro ekonomi lainnya yang akan keluar adalah angka Retail Sales AS. Setelah lompatan yang besar ke 5.3% pada bulan Januari, angka untuk bulan Februari kemungkinan akan turun ke 0%.

Meskipun demikian, dukungan dari paket stimulus sebelumnya  bisa memberikan dampak yang positif dan mendorong naik dollar AS.

Angka klaim pengangguran mingguan juga menarik perhatian, dimana kemungkinan terjadi penurunan yang bertahap.

Kritikal untuk melihat bagaimana emas bereaksi pada minggu ini disekitar level $1,700 per ons. Pergerakan ke arah $1,760 akan merupakan signal kemungkinan terjadinya rally, sementara penurunan dibawah $1,670 membuka pintu kepada kejatuhan ke $1,600 per ons. $1,670 adalah level support yang jika tertembus akan bisa turun sampai ke $1600.

Kondisi saat ini berbahaya untuk melakukan aksi jual emas namun juga kurang menguntungkan untuk membeli emas pada harga sekarang.

Rekomendasi Mingguan Minyak 15 – 19 Maret 2021: Di Perdagangkan Dalam Rentang Terbatas

Minyak mentah diperdagangkan sedikit turun pada hari perdagangan terakhir minggu lalu, disekitar $65.60, tertekan oleh menguatnya dollar AS dan juga karena melemahnya pasar saham global dengan investor mengkuatirkan semakin cepatnya rally yields obligasi pemerintah AS belakangan ini, dimana yields obligasi 10 tahun telah naik 10 bps pada hari itu sampai ke atas 1.62%).

Minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) terkunci dalam rentang harga yang terbatas diantara $65.60 – $66.20 dengan para trader sedang memikirkan apa pergerakan selanjutnya, apakah akan naik lagi mendekati $68.00 atau malah turun ke $63.00.

Pergerakan naik dari yields obligasi AS disebabkan oleh karena telah ditanda tanganinya stimulus fiscal AS senilai $1.9 triliun pada hari Jumat dan cek stimulus akan sudah bisa tiba secepatnya pada akhir minggu lalu.

Ditambah lagi dengan pembicaraan mengenai paket stimulus berikutnya yang jauh lebih besar dan difokuskan kepada infrastruktur.

Jika lebih banyak stimulus berarti lebih kuatnya pemulihan ekonomi AS dan lebih tingginya inflasi sebagaimana yang diperhitungkan dalam harga oleh pasar, maka naiknya yields AS karena stimulus berarti naiknya permintaan akan minyak mentah karena membaiknya perekonomia.

Selain itu, jika inflasi naik, maka harga minyak mentah juga akan naik karena minyak mentah adalah asset fisik.

Data ekonomi AS yang keluar pada hari Jumat minggu lalu umumnya mendukung pemulihan ekonomi AS yang kuat dan naiknya inflasi sehingga mendukung naiknya yields obligasi AS.

Survey dari Universitas Michigan pada bulan Maret menunjukkan konsumen AS ada pada kondisi yang lebih baik daripada yang diperkirakan.

Hal ini tidak terlalu mengejutkan karena setiap orang Amerika telah menerima cek $600 pada bulan Januari dan Producer Price Inflation bulan Februari menunjukkan inflasi naik ke 2.8% YoY.

Di Eropa berita – berita mengenai pandemik tidak bagus dan ini membebani permintaan akan minyak mentah.

Menteri di Perancis mengingatkan bahwa situasi di Perancis mengenai pandemik memprihatinkan dengan tingkat infeksi mendekati level sebelum datangnya gelombang kedua.

Di Italia ada pembicaraan mengenai lockdown secara nasional sampai Paskah dan  di Jerman pejabat Kesehatan membicarakan fakta – fakta bahwa gelombang ketiga dari Virus Corona sudah dimulai.

ECONOMIC CALENDAR

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.