Weekly Outlook 23 – 27 November 2020

  • by

Fokus Pasar Minggu Ini

Pekan ini dominasi berita atas optimisme terhadap vaksin Pfizer dan Moderna yang efektif untuk mencegah covid19 masih menjadi issue utama pasar, di sisi lain ketidak pastian seputar Brexit berpotensi memberikan tekanan pada GBPUSD. Mejelang libur pasar AS, FOMC minutes akan menjadi perhatian selanjutnya, dalam pertemuan tersebut akan dievaluasi hasil FOMC sebelumnya dimana pelaku pasar tetap akan mempertegas issue mengenai kebijakan lanjutan tingkat suku bunga dari bank sentral AS. Pasar sedikit kurang bergairah dan bergerak dengan volatilitas yang terbatas karena pada hari Kamis dan Jumat AS akan libur Thanks Giving. Untuk bereaksi lebih jauh kelihatanya para pelaku pasar saat ini lebih berhati-hati dalam menyimpulkan karena mereka ingin menunggu hasil pembahasan dan nilai kepastian stimulus ekonomi ala proposal joe biden. Dalam pidatonya gubernur the fed mengisyaratkan perlunya stimulus ekonomi US guna menjaga stabilitas pertumbuhan, ini secara nyata melemahkan Dollar .

Gold : secara tehnikal masih bergerak range trading dengan kecenderungan turun terbatas. saat ini kami melihat area $1850 hingga $1817 dan $1790 menjadi area yang solid sebagai supportnya. Bila kita perhatikan kenaikanya masih berpeluang menuju $1875 sebagai target kenaikan pertamanya dan $1900 sebagai strong resistancenya  minggu ini. Range minggu ini antara 1817 sd 1900.


EURUSD : Data PMI kawasan eropa rata-rata berfariasi, namun secara keseluruhan masih positif namun demikian perubahan suku bunga belum dianggap perlu dalam waktu dekat, secara keseluruhan para pelaku pasar mengamati perkembangan brexit yang diperkirakan akan diumumkan minggu ini, EUR diperkirakan bergerak dalam range support 1.1815, 1.1790 sementara kenaikanya berpeluang menuju area resistance 1.1890, 1.1917 hingga 1.1970.

Dalam minggu ini euro diperkirakan bergerak dalam range 1.1815 sd 1.1917

Crude Oil : hasilOPEC meeting pada minggu lalu dengan agenda pembatasan produksi gagal menjumpai kesepakatan setelah dalam pertemuan tersebut sejumlah anggota ingin memastikan terlebih dahulu besaran stimulus yang akan diajukan oleh presiden terpilih AS Joe Biden. Optimisme terhadap anti virus menguntungkan harga minyak dunia dan terus mendorong minyak bergerak naik karena tingginya penggunaan energy. Namun pasar komoditas juga masih mengamati review kebijakan moneter the Fed kamis dini hari waktu setempat yang diharapkan masih espansif dalam jangka panjang. Secara tehnikal kami melihat crude oil bergerak dalam penurunan terbatas dengan support $41.60 dan $40.00, namun secara keseluruhan kecenderungan market berpotensi untuk naik menguji level resistance $43.80 hingga $44.50. minggu ini oil diprediksi bergerak dalam range $40.00 sd $44.50.

GBPUSD : dalam trend penguatan ditopang oleh berita mundurnya mentri dominic cummings sebagai sosok yang mendukung pro brexit. Kendati pembahasan negosiasi akan diumumkan minggu ini, namun ketidak pastian menyelimuti, apa yang terjadi bila dalam negosiasi tidak terjadi kesepakatan? apakah opsi referendum ulang akan menjadi popular kembali. Nah pilihan saat ini mengerucut menjadi 3 pilihan soft brexit- hard brexit bila tidak deal atau referendum ulang. Bila terjadi deal brexit maka semua akan berjalan baik-baik saja dan menguntungkan poundsterling, namun bila no deal akan akan berakhibat pada hard brexit hal ini tidak menguntungkan poundsterling untuk jangka pendek, dan opsi ke 3 adalah referendum ulang, bila pada opsi ini terjadi berdasarkan jajak pendapat ditahun 2019 58% masyarakat inggris tidak ingin keluar dari kawasan uni eropha, jadi ada penyesalan bagi masyarakat yang sebelumnya memilih brexit untuk mengurungkan niatnya keluar dari zona euro, opsi ini akan menguntungkan mata uang pounsterling. Secara tehnikal pound dalam minggu ini masih dalam range support 1.3165 hingga 1.3265, sementara kenaikanya berpotensi menuju 1.3380, 1.3480. range minggu ini diprediksi bergerak dalam area 1.3165 sd 1.3480

USDJPY : Minat pasar terdahap asset bersiko memang meningkat, namun laporan data GDP japan yang naik siknifikan memberikan pandangan positif terhadap pertumbuhan ekonomi jepang dan menaikan minat atas asset safe haven terhadap mata uang yen. Yen menguat menuju level 103.50, 103.20. Saat ini pelemahan yen terbatas dengan level resistance 104.20 sebelumnya pelemahan yen tidak terlepas dari aktifitas penguatan dollar yang dipengaruhi oleh aktifitas arus modal masuk di pasar saham AS.

AUDUSD : diprediksi masih mengalami penguatan dengan orientasi resistance 0.7345 dan 0.7380, sementara penurunan aussie terlihat terbatas diangka support 0.7265 hingga 0.7220 sementara RBA dalam pidatonya siap untuk mengucurkan stimulus guna mendorong pertumbuhan ekonomi, secara keseluruhan dominasi pelemahan dollar masih menguntungkan mata uang dan komoditas, namun kita masih menunggu kepastian besaran stimulus ekonomi AS.

Nikkei : secara rata-rata pergerakan Nikkei masih didominasi oleh pergerakan saham wall street, namun akhir-akhir penguatan mata uang yen turut menahan kenaikan index saham Nikkei, jepang memang Negara yang sangat erat dengan sektor exportnya, dan menguatnya yen sangat sensitive sekali terhadap sektor eksport. Secara garis besar memang kita melihat stimulus akan baik terhadap stock market, namun penguatan mata uang akan menghambat sektor eksport dan pertumbuhan. Nikkei diperdiksi bergerak dalam area support 25.600, namun bila terlewati area tersebut brpotensi untuk menuju 25.250. sementara kenaikanya saat ini sedikit tertahan di area resistance 25.995, 26.200 hingga 26.550

Hang Seng : Hang Seng dalam fluktuasinya masih berpotensi terkoreksi setelah dalam mingu-minggu lalu cukup tajam kenaikanya, secara fundamental ekonomi china masih cukup solid kendati tidak sebaik prediksi pasar. Secara tehnikal kami melihat bahwa hang seng mengalami penurunan terbatas pada di level 26.400, 26.000 sementara kenaikanya menguji area 26.650 hingga 26.850. stock masih menanti bagaimana penangguhan dalam FOMC menutes kamis dini hari mendatang.

Economic agenda