WEEKLY OUTLOOK 25-29 JANUARI 2021

Perkembangan Stimulus vs Pengetatan Restriksi

Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah berita, di antaranya:

  • Pasar terus mencermati perkembangan paket stimulus fiskal AS senilai $1,9 triliun, dengan kemungkinan persetujuannya yang tidak mudah didapat. Keraguan Stimulus Biden Dan Kendala Rollout Vaksin Di AS Pemerintahan Biden baru dimulai tiga hari. Namun, muncul kekhawatiran jika presiden baru Amerika Serikat tersebut tidak mampu meloloskan paket stimulus $1.9 triliun. Pasalnya, para perwakilan Partai Republik menunjukkan isyarat penolakan. Mitt Romney, salah seorang senator dari Republik mengatakan bahwa Biden tampak tidak mencari program baru dalam waktu dekat. Sedangkan senator Partai Republik lainnya, Roy Blunt, menyebutkan bahwa rencana tambahan paket stimulus itu bukanlah sebuah permulaan. Mereka menunjukkan kesan bahwa stimulus agresif bukanlah suatu urgensi untuk disepakati. Sementara itu, pasar juga khawatir akan keberhasilan program penyaluran 100 juta vaksin dalam 100 hari pemerintahan Biden. Saat ini, implementasi vaksin masih lambat karena sejumlah wilayah di AS terkendala masalah suplai.
  • Perkembangan antara pandemi Virus dengan pendistribusian vaksin, dengan lambatnya distribusi dan terus meningkatnya penyebaran virus yang mengakibatkan Jerman dan Inggris memperpanjang restriksinya.
  • Pasar menantikan Statement dari FOMC Federal Reserve AS minggu mendatang terutama dengan pergantian Menteri Keuangan AS yang sekarang dipegang Janet Yellen, Chairwoman the Fed sebelumnya.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 98.7 juta orang terinfeksi di dunia dan 2.1 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia menguat, harga emas rebound, dan US dollar kembali terkoreksi.

Minggu ini, rapat FOMC akan digelar pertama kalinya tahun ini. Kathy Lien dari BK Asset Management menilai jika The Fed akan mempertahankan kebijakan dovish mereka. Menurutnya, data ekonomi AS tidak menunjukkan masalah berarti di tengah melonjaknya kasus infeksi virus Corona.

FOREX MARKET

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum melemah ditekan kenaikan risk currencies oleh prediksi investor penambahan stimulus pandemi di AS akan cenderung melemahkan dollar, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah ke 90.24.

Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.21700. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.23500 dan kemudian 1.24148, sementara support pada 1.20531 dan 1.18000.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3672 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3746 dan kemudian 1.3792, sedangkan support pada 1.34518 dan 1.31347.

Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah terbatas ke level 103.749.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 104.497 dan 105.352, serta support pada 103.089 serta level 101.183.

Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat tipis ke level 0.77136 Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.78207 dan 0.79169, sementara support level di 0.76421 dan 0.74620.

GOLD MARKET

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau bangkit kembali oleh pelemahan mata uang dollar dan naiknya emas sebagai hedging inflasi walau terkoreksi di hari terakhirnya, sehingga harga emas spot secara mingguan rebound ke level $1,855.80 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1917 dan berikut $1959, serta support pada $1802 dan $1764.

Memasuki minggu keempat bulan pertama tahun 2021, pasar terpantau masih fluktuatif di berbagai instrumen investasi termasuk di perdagangan emas berjangka. Tahun ini telah diawali dengan ketidakpastian prospek pemulihan ekonomi global, di antaranya oleh terus tingginya penambahan korban virus corona.

ECONOMIC CALENDAR

Disclaimer:

Bertransaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua orang.

Banyak faktor bagi seorang investor yang harus dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti obyektifitas, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor.

Opini, berita, riset, analisa, harga atau informasi yang terkandung di dalamnya disediakan hanya sebagai komentar pasar secara umum saja.